KS, JAKARTA – Kepolisian memastikan bahwa benda menyerupai senjata api yang ditemukan di lokasi ledakan SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, bukan senjata sungguhan melainkan senjata mainan. Hal ini disampaikan oleh sejumlah pejabat negara usai meninjau lokasi kejadian yang menyebabkan puluhan siswa dan warga mengalami luka-luka.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Wamenko Polhukam) Lodewijk F. Paulus menyatakan bahwa hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan senjata tersebut bukan asli.
“Ada gambar itu (senjata), tapi ternyata senjata mainan. Senjata mainan, bukan senjata beneran,” ujar Lodewijk di depan SMAN 72.
Hal senada disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia menegaskan bahwa senjata yang ditemukan merupakan mainan dan terdapat tulisan-tulisan tertentu pada benda tersebut.
“Kita temukan jenis senjatanya senjata mainan, ada tulisan-tulisan tertentu. Itu menjadi bagian yang kita dalami untuk mengetahui motif, termasuk bagaimana yang bersangkutan merakit dan melaksanakan aksi,” kata Sigit.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto juga memastikan bahwa benda menyerupai laras panjang dan pistol yang ditemukan di lokasi adalah mainan.
“Kami sampaikan bahwa yang menyerupai senjata dan pistol adalah mainan,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya.
Ledakan terjadi pada Jumat (07/11) sekitar pukul 12.15 WIB, bertepatan dengan waktu salat Jumat di masjid yang berada di area sekolah. Akibat insiden tersebut, sebanyak 54 orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS Islam Jakarta dan RS Yarsi. Hingga Jumat malam, 21 orang telah diperbolehkan pulang, sementara 33 lainnya masih menjalani perawatan, dua di antaranya harus menjalani operasi.
Kapolri menyebut bahwa terduga pelaku ledakan telah diketahui dan diduga berasal dari lingkungan SMAN 72 sendiri.
“Informasi sementara, pelaku masih dari lingkungan sekolah tersebut,” ujarnya. Saat ini, tim kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap identitas, latar belakang, dan lingkungan tempat tinggal pelaku.
Bhudi Hermanto menambahkan bahwa motif pelaku masih dalam penyelidikan, termasuk kemungkinan adanya unsur perundungan (bullying) yang menjadi latar belakang aksi tersebut.
“Ini juga masih dilakukan pendalaman terhadap motif, apakah yang bersangkutan korban bullying? Ini juga masih kita dalami,” katanya.
Pihak kepolisian memastikan situasi di SMAN 72 saat ini sudah terkendali dan masyarakat diimbau untuk tetap tenang.
“Tidak perlu khawatir, tidak perlu resah. Semua sudah dapat dikendalikan oleh Kapolda Metro Jaya,” ujar Bhudi.









