KS, JAKARTA – Arus balik mudik lebaran diperkirakan akan membawa pendatang baru ke DKI dan sekitarnya. Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana mengkritik pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menyebut Jakarta terbuka untuk semua.
Pernyataan terbuka Pramono tersebut ditujukan kepada pendatang dari luar kota yang ingin datang ke Jakarta setelah Lebaran Idulfitri 2025.
Dijelaskan Justin, bahwa Pemprov DKI Jakarta seharusnya fokus untuk meningkatkan taraf hidup warganya. Terlebih, saat ini masih banyak warga Jakarta yang hidupnya di bawah garis kemiskinan.
“Kualitas kehidupan warga kita masih sangat banyak yang memprihatinkan, mulai dari jangkauan pemerataan pendidikan, tingginya pengangguran, sampai buruknya tata ruang,” ucap Justin dalam keterangannya, Jumat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Jakarta di angka 4,14 persen atau setara dengan 449,07 ribu orang.
Jumlah tersebut menurun dibandingkan periode Maret 2024 di mana persentase penduduk miskin di Jakarta 4,3 persen atau setara dengan 464,93 ribu orang. Sedangkan jumlah pengangguran di Jakarta pada 2023 lalu mencapai 354.496 orang.
Sekretaris Komisi E itu meminta Pemprov DKI fokus menjangkau warga sendiri ketimbang membuka diri bagi warga pendatang. “Jangan mengundang warga luar, warga Jakarta saja masih banyak yang perlu diperhatikan,” katanya.
Sebelumnya, Pramono Anung menegaskan tidak melarang pendatang dari daerah untuk datang ke Jakarta setelah lebaran. Hal itu diungkapkan Pram saat melepas mudik gratis Pemprov DKI Jakarta di Silang Monas Sisi Barat, Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/3). Dikatakan Pramono, pihaknya tidak akan menggelar operasi yustisi bagi para pendatang.
“Siapapun yang akan ikut kembali mudik ke Jakarta, pendatang terutama, maka pemerintah Jakarta tidak akan menyelenggarakan operasi yustisia,” ujar Pramono. Walau begitu, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinannya tetap akan melakukan pengecekan hal yang berkaitan dengan kependudukan. (red/int)








