Forum Stakeholder Perkuat Sinergi PLN UPP JBB 4 dengan Pemda dan Masyarakat, Terdampak Mendukung Pembangunan SUTET 500 kV Priok–Muara Tawar
KS, JAKARTA – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 4 (UPP JBB 4) memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan SUTET 500 kV Priok–Muara Tawar yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Pembangunan SUTET 500 Kv Priok-Muara Tawar, untuk mengantisipasi kalau terjadi blackout di wilayah DKI Jakarta.
Dengan adanya, penguatan komunikasi tersebut dilakukan melalui Forum Stakeholder Sinergi dan Kolaborasi Mendukung Pembangunan SUTET 500 kV Priok–Muara Tawar di Ruang Bahari, Lantai 14, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Rabu (12/08/2026).
Forum ini menjadi ruang bersama untuk menyampaikan perkembangan proyek sekaligus membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan pembangunan jaringan transmisi, khususnya di wilayah yang terdampak. Masyarakat juga diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan, masukan, dan aspirasi secara langsung kepada pihak terkait.
Manager PLN UPP Jawa Bagian Barat (UPP JBB 4), Sigit Hardiyanto, mengatakan keberhasilan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat serta koordinasi lintas pemangku kepentingan.
“Keterlibatan masyarakat terdampak menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan proses pembangunan berjalan dengan baik serta memperhatikan kepentingan masyarakat,” ujar Sigit.
Menurutnya, pembangunan jaringan transmisi yang beririsan dengan permukiman dan aktivitas warga membutuhkan komunikasi terbuka serta berkelanjutan. Karena itu, forum stakeholder diharapkan dapat mempertemukan kepentingan proyek dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Sementara itu, Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP JBB, Nur Akhsin, menegaskan bahwa SUTET 500 kV Priok–Muara Tawar memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem kelistrikan Jakarta. Proyek tersebut merupakan bagian dari PSN sekaligus mendukung pengembangan Jakarta Looping.
“Proyek ini merupakan PSN dan menjadi bagian dari Jakarta Looping sebagai upaya penguatan infrastruktur ketenagalistrikan di DKI Jakarta,” kata Nur Akhsin.
Dalam perkembangan pelaksanaannya, PLN masih melakukan proses pembayaran kompensasi right of way (ROW) yang berjalan bersamaan dengan tahapan penarikan kabel. PLN pun meminta dukungan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder agar proses tersebut dapat berlangsung lancar sehingga tidak menghambat pekerjaan proyek.
“Kami memohon dukungan dan kerja sama seluruh stakeholder untuk membantu proses pembayaran kompensasi yang berjalan paralel dengan penarikan kabel transmisi” ujarnya.
Dari sisi pemerintah daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wali Kota Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, menyatakan pembangunan infrastruktur kelistrikan memiliki peran penting karena listrik menopang berbagai aktivitas masyarakat, pemerintahan, hingga sektor industri dan ekonomi.
Wawan menilai, setiap pembangunan yang berlangsung di tengah masyarakat berpotensi menghadapi dinamika di lapangan. Karena itu, persoalan yang muncul perlu diselesaikan melalui komunikasi dan pembahasan bersama agar kepentingan pembangunan serta masyarakat dapat berjalan beriringan. “Kalau dalam pembangunan terdapat permasalahan di wilayah, harus diselesaikan dengan duduk bersama untuk mencari solusinya,” ujar Wawan.
Melalui forum tersebut, PLN UPP JBB 4 bersama pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat menjaga komunikasi selama proses pembangunan berlangsung. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan proyek jaringan listrik SUTET 500 kV Priok–Muara Tawar dapat berjalan sesuai tahapan dengan tetap memperhatikan kondisi dan kepentingan masyarakat terdampak. (***)