KS, ACEH – Suasana perayaan MaulidNabi disejumlah desadi Acehbelakangan ini terasa berbeda. Ditengah lantunan doadansemarak peringatan,bendera BulanBintangdengan latar merah serta lambang bulan sabitdanbintang kembali terlihat berkibardiberbagai sudutacara.Fenomena inipunramai diperbincangkan setelahvideopengibaran bendera tersebut tersebar luasdi mediasosial.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf , atau yang akrab disapa Mualem , menyikapi fenomena itu dengan nada tenang . Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mengibarkan bendera tersebut di ruang publik , namun tetap memberi toleransi ruang bagi ekspresi sebagian kalangan muda .
“Kita imbau untuk tidak menaikkan .Tetapi untuk anak muda sesekali bisa tak apa-apa ,” ujar Muzakir Manaf .
Pengibaran bendera Bulan Bintang memang sering muncul pada momen-momen tertentu , seperti perayaan keagamaan atau kegiatan adat . Bahkan , saat Mualem menghadiri doa bersama dan membersihkan makam syuhada di Desa Leupon Siren, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, pada 9 Oktober lalu , warga menyambutnya dengan bendera tersebut .
Secara hukum , bendera Bulan Bintang pernah disahkan menjadi bendera Aceh melalui Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh. Namun , pemerintah pusat tidak menyetujui penggunaannya karena bendera itu pernah menjadi simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat konflik sedang berlangsung .
Fenomena ini kembali menjadi sorotan publik karena menyentuh isu-isu sensitif terkait simbol politik dan sejarah Aceh. Pemerintah daerah tekanan perlunya kehati-hatian agar pengibaran bendera tidak menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat . (*/A2n)









