KS, JAKARTA – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah, mengungkap dugaan serius terkait manipulasi laporan keuangan yang dilakukan oleh PT PLN (Persero). Menurutnya, praktik tersebut telah merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp18 triliun dalam periode 2021 hingga 2023.
“Setelah persoalan di Pupuk Indonesia, kini kami temukan indikasi manipulasi laporan keuangan oleh PLN. Negara diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp18 triliun,” ujar Iskandar kepada awak media di Jakarta, Selasa (15/4/2025).
Ia menegaskan bahwa pihaknya memiliki bukti-bukti kuat terkait dugaan tersebut.
“Tak bisa dipungkiri dan tak bisa disangkal lagi. Data-data kami lengkap dan siap kami sampaikan kepada Komisi VI DPR RI sebagai mitra BUMN, serta Komisi III yang merupakan mitra Kejaksaan Agung,” lanjutnya.
Iskandar juga mendesak agar Komisi III DPR RI segera mengambil tindakan hukum.
“Komisi III bisa langsung memerintahkan Kejaksaan Agung untuk segera memanggil, memeriksa, dan menetapkan tersangka terhadap Dirut PLN dan Direktur Keuangan PLN atas tindak pidana manipulasi laporan keuangan tahun 2021, 2022, dan 2023,” tegasnya.
Ia menyayangkan bahwa dugaan praktik korupsi di tubuh BUMN tampaknya bukan kasus tunggal.
“Harus diusut. Semua BUMN rupanya sedang asyik merampok negeri ini. Semoga ini menjadi pelajaran bagi BUMN lainnya. Kami pantau laporan keuangan mereka setiap tahun, jadi kami tahu di mana letak kebocorannya,” tutup Iskandar.(erlita)








