KS, NAIROBI – Kedutaan Besar RI untuk Kenya di Nairobi, terus menggencarkan promosi kesenian tari yang merupakan warisan kebudayaan asli Indonesia. Bahkan, sasaran promosi budaya ini hingga kesekolah-sekolah Internasional di negara afrika bagian timur.
di bawah kepemimpinan Duta Besar Dr. Mohamad Hery Saripudi, “Alhamdulillah sudah lebih dari dua tahun terakhir aktif menggencarkan kegiatan promosi budaya Indonesia di Kenya, termasuk pengenalan dan pembukaan Sanggar Tari KBRI Nairobi bertajuk Dance with Seira pada bulan Januari 2023,” kata Mohamad Hery Saripudin dalam siaran pers nya yang diterima redaksi kabarsenator.com, Rabu (22/2/2023).
Menurutnya, keberadaan Sanggar Tari tersebut telah menghasilkan ketertarikan beberapa remaja di Kenya untuk mengikuti pelatihan secara gratis. Sanggar ini bertujuan untuk lebih mengenalkan dan mensosialisasikan budaya seni tari Indonesia yang beragam. Dimulai dalam tahap pertamanya, pelatihan Tari Bajidor Kahot.
“Setelah sebulan lebih para remaja Kenya mengikuti pelatihan di sanggar tari KBRI, maka pada Jumat lalu, 17 Februari 2023, KBRI Nairobi menampilkan mereka pada kesempatan promosi budaya bertajuk “International Day” yang diselenggarakan bersama dengan the International School of Kenya, di Nairobi,” jelasnya.
Hampir 500 siswa-siswi beserta orangtua menyaksikan pertunjukan budaya yang menampilan Tari Bajidor Kahot.
Sebanyak 3 penampil Tari Bajidor Kahot, yang kesemuanya adalah remaja Kenya binaan KBRI Nairobi, berhasil memukau penonton dengan gerakan-gerakan lentur dan gemulai, dipadu dengan gerakan energik tarian yang menarik antusiasme para penonton saat itu. Tari Bajidor Kahot, yang juga dikenal dengan “Jaipong Bali”, menggabungkan budaya Jawa Barat dan Bali, menampilkan gerakan dinamis, mengandalkan kekuatan dan kelenturan otot sehingga selalu terlihat penuh semangat.
Diiringi gamelan tradisional bali dan kipas tangan yang menambah keelokan tarian dan penarinya. Kepada pengunjung juga diumumkan tentang keberadaan Sanggar Tari Dance with Seira KBRI Nairobi, yang memberikan pelatihan tari dua kali seminggu.
Sementara itu, Pejabat Fungsi Penerangan dan Sosial-Budaya KBRI Nairobi, Sabriana Jayaputri, menyatakan penampilan seni tari tradisonal Indonesia kali ini merupakan penampilan perdana siswi tari Dance with Seira di depan publik Kenya, meskipun pada 7 Oktober 2022 yang lalu telah tampil dalam kegiatan Resepsi Diplomatik KBRI Nairobi namun dalam formasi berbeda.
“Di Sanggar Tari KBRI Nairobi, masyarakat umum dapat bergabung mengikuti pelatihan tari dua kali dalam seminggu,” ungkapnya.
Sabriana menambahkan, dengan mengikuti latihan tari tradisional Indonesia secara rutin, peserta tidak hanya belajar seni tari khas Indonesia, tetapi dengan sendirinya juga dapat menghayati nilai-nilai kearifan Indonesia. Tari Bajidor Kahot merupakan awal sosialisasi dan promosi budaya seni tari Indonesia di Kenya, dari beragam tarian daerah yang dimiliki Indonesia.
“Pembelajaran budaya seni tari tradisional atau kontemporer Indonesia berperan sebagai “jembatan” yang dapat memperkokoh hubungan bilateral Indonesia-Kenya pada tingkat akar rumput, ” pungkasnya. (red)








