KS, JAKARTA – Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Golkar, Muhamad Nur Purnamasidi memberikan dukungan terhadap kebijakan Kemenpora RI terkait keikutsertaan kontingen Indonesia dalam ajang Sea Games Hanoi, Vietnam berdasar prioritas Cabang Olahraga (Cabor) dengan berbasis data serta rekam jejak prestasi. Hal itu diungkapkannya dalam Rapat Kerja di Gedung Nusantara I, Senayan Jakarta Jum’at, (10/6/2022).
“Saya yakin langkah dan Kebijakan Kemenpora RI di bawah kepemimpinan bang Zainudin Amali sudah melalui berbagai proses yang matang, pertimbangan dari berbagai aspek serta melibatkan stakeholder melakukan penilaian tim akademisi dari berbagai perguruan tinggi, para praktisi olahraga, induk cabang olahraga terkait, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Sport intelijen dengan maping serta kalkulasi peluang juga dijalankan. “ungkap Pria yang akrab disapa Bang Pur.
Lebih lanjut, bang Pur menegaskan bahwa keputusan beberapa cabang yang tidak diikutsertakan dalam Sea Games berbasis pada data dan jejak prestasi, baik single event maupun multievent. Kedepan untuk multyevent baik regional maupun internasional penting sekali tidak sekedar data dan rekam jejak prestasi, tetapi lebih diperketat lagi berdasar pada sport science.
Kemenpora RI sudah memiliki Desan Besar Olahraga Nasional (DBON), dimana parameter hulu nya adalah olimpiade dengan target capaian Peringkat 5 Besar Dunia menyongsong Indonesia emas tahun 2045.
“Saya menilai kebijakan pembatasan atlit dan Cabor tersebut memiliki orientasi dan sasaran jangka panjang, yakni Asian Games dan Olimpiade. Dengan kata lain, Sea Games ini hanya sasaran antara menuju Asean Games dan Olimpiade.” tegasnya.
Strategi dan kebijakan Kemenpora RI ini menuai hasil sesuai yang ditargetkan, dimana Indonesia menempati peringkat tiga besar. Untuk diketahui dalam Sea Games Hanoi Vietnam bulan Mei 2022 lalu, Indonesia mengikuti 31 Cabang Olahraga, memberangkatkan 476 atlit, 207 official, dan 55 tenaga pendukung.
Melalui DBON telah terjadi perubahan paradigma baru olahraga dimana Sea Games statusnya kini menjadi sasaran antara pengiriman atlit yang akan berlaga membawa nama harum bangsa Indonesia betul-betul harus selektif dan melalui tahap yang ketat dengan variabel serta pengukuran yang lebih komprehensif.
Fakta di lapangan, meski atlit dan Cabor yang diikuti tidak sebanyak saat Sea Games di Philipina (941 atlit, Indonesia menempati peringkat ke-4), tetapi prestasi yang diraih sangat membanggakan.
“Semuanya sudah on the track, Fokus pada pembinaan secara terukur, berkesinambungan berdasar data, rekam jejak dan prestasi yang diraih dengan hulu pada Olimpiade,” pungkasnya. (red)








