KS, JAKARTA – Demonstrasi sejumlah aliansi masyarakat di depan Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/8/2026/5), sempat ricuh. Massa demo sempat bentrok dengan aparat keamanan yang kemudian menembakkan gas air mata.
Demo yang membawa pesan –paling tidak menurut sumber media ini– berupa 3 tuntutan; 1.bubarkan DPR, 2.guru bukan benan negara dan 3. Turunkan pajak dan harga kebutuhan rakyat — sampai berita ini diturunkan masih berlangsung.
Sejak pagi, massa sudah berkumpul di depan gerbang DPR membawa poster protes bertuliskan “Bubarkan DPR beban negara” serta bendera Merah Putih dan simbol tengkorak ala serial One Piece. Orasi bergema, diiringi nyanyian lagu perjuangan.
Ada juga yang menyebut demo kali ini adalah demo “revolusi rakyat Indonesia”.
Salah satu sisi yang terlihat dalam demontrasi siang ini adalah, massa yang hendak bergerak dari depan Gedung DPR ke belakangan gedung dipukul mundur oleh aparat menggunakan water cannon hingga gas air mata
Gelombang massa kembali mengguncang ibu kota. Ada yang mmperkirakan massa yang tumplek ke depan gedung DPR sekitar 50 ribu orang terdiri dari masyarakat bersama ribuan mahasiswa.
Ajakan aksi sudah muncul sejak beberapa hari lalu atau sekitar empat hari lalu. Di media-media sosial bermunculan kritik bahkan kecaman masyarakat menyangkut berbagai hal terkait kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo.
Satu yang terlihat belakangan adalah kritik atau kecaman warga kepada DPR. Berbasis sebuah video yang mempertontonan mereka yang disebut wakil rakyat itu sedang berjoget ria, menyangmbut keputusan baru pemerintah.
Ada info yang menyebutkan kenaikan gaji anggota DPR Rp 3 juta / perhari, ada info yang menyebutkan pemberian tunjangan perumahan bagi setiap anggota DPR sebesar Rp50 juta per bulan.
Selain kenyataan di DPR disertai kata-kata yang dilontaran sementara anggota dewan yang memicu kemarahan publik.
Pernyataan kontroversial Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut guru sebagai beban negara turut menambah kemarahan publik, walau belakangan pernyataan “yang dituduhkan” Menkeu ini sudah dibantah kebenarannya.
Situasi demo memanas ketika massa mendobrak gerbang Pancasila DPR, hingga aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Namun ribuan mahasiswa dan masyarakat tetap bertahan, meneriakkan satu suara: “Hidup rakyat, bubarkan DPR!”. (Wid)








