Curi HP di Masjid Bandara Soetta Demi Istri Sakit, Kakek 68 Tahun Dapat Pendekatan Keadilan Restoratif dari Polisi

KS, TANGERANG — Seorang pria lanjut usia berinisial P (68) nekat mencuri ponsel milik jemaah masjid di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Aksi tersebut dilakukan karena alasan ekonomi dan kondisi istrinya yang tengah sakit parah. Kasus ini kemudian diselesaikan melalui pendekatan Keadilan Restoratif (Restorative Justice) oleh Polres Bandara Soetta.

Peristiwa pencurian terjadi pada 5 April 2025 di Masjid Nurul Barkah, area Bandara Soekarno-Hatta. Saat itu, korban bernama Arlan Sutarlan sedang tertidur usai salat Zuhur, dan pelaku memanfaatkan kelengahan tersebut untuk mengambil ponsel korban jenis Samsung Galaxy A04s.

Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku akhirnya diamankan oleh Satreskrim Polres Bandara Soetta pada 20 Mei 2025. Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku terpaksa mencuri karena tidak memiliki penghasilan dan sedang menghadapi tekanan ekonomi akibat sakitnya sang istri.

“Ponsel hasil curian dijual oleh pelaku seharga Rp250 ribu dan uangnya digunakan untuk membeli beras,” ungkap Kasatreskrim Polres Bandara Soetta Kompol Yandri Mono dalam keterangannya.

Menimbang situasi pelaku yang tergolong rentan secara sosial dan ekonomi, serta adanya itikad baik untuk bertanggung jawab, pihak kepolisian menawarkan penyelesaian melalui Keadilan Restoratif. korban pun menerima penyelesaian secara kekeluargaan.

“Keadilan restoratif kami tempuh karena pelaku lansia ini tidak memiliki niat jahat berulang dan hanya terdorong oleh situasi keterpaksaan. Korban pun memberikan maaf dan sepakat untuk damai,” jelas Kompol Yandri.

Sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan dan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Polres Bandara Soetta juga memberikan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai kepada pelaku. Bantuan tersebut berasal dari sumbangan anggota Satreskrim sebagai wujud empati terhadap warga yang membutuhkan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya bertindak sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Pendekatan yang berimbang antara penegakan hukum dan sisi kemanusiaan sangat penting,” ujar Kompol Yandri.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil jalan pintas dalam menghadapi tekanan hidup. Jika mengalami kesulitan ekonomi atau sosial, warga diharapkan menghubungi aparat kepolisian atau instansi terkait untuk mendapatkan bantuan atau arahan yang tepat.

Related Posts

  • February 2, 2026
Polda Metro Jaya Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2026, Libatkan 2.939 Personel

  KS, JAKARTA – Polda Metro Jaya menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Jaya 2026 di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Senin (2/2/2026). Apel ini menandai dimulainya operasi kewilayahan bidang…

  • February 2, 2026
Operasi Keselamatan Jaya 2026 Dimulai, Polda Metro Jaya Sentuh Pelajar

  KS, JAKARTA  – Satgas Preemtif Polda Metro Jaya mengawali Operasi Keselamatan Jaya 2026 dengan pendekatan edukatif dan humanis pada Senin, 2 Februari 2026. Sejak pukul 07.00 WIB, petugas menyasar…

Leave a Reply

Profil Senator

Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

  • July 17, 2025
Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

  • September 29, 2024
Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

  • June 23, 2024
Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

  • June 21, 2024
DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

  • May 12, 2023
Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk

  • October 9, 2022
Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk