KS, JAKARTA – Langkah jitu dilakukan oleh tim dari Universitas Budi Luhur dalam persiapannnya membuka Prodi Pariwisata. Persiapan demi persiapan dilakukan dengan sangat detil dalam persiapan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mendukung terbentuknya Prodi Pariwisata. Yang menarik adalah, pembukaan prodi tidak hanya terfokus pada pematangan rumpun keilmuan dan kurikulum yang akan dikaji dengan benar, namun juga mematangkan pada strategi prodi yang memprioritaskan pada kemandirian bisnis prodi dan lab pariwisata mahasiswa.
Ini menjadi peluang yang sangat besar, mengingat geliat pariwisata Indonesia yang semakin besar. Pariwisata kini menjadi salah satu sektor yang mampu menarik perhatian banyak pihak. Hal tersebut juga dikaji dengan sangat apik dikala kunjungan Tim pembentukan Prodi Pariwisata Universitas budi Luhur yang digawangi oleh Doddy Wihardi, SIP, M.I.Kom, Dr. Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari, SIP, M.Si, Nexen Alexandre Pinontoan, S.Ikom, M.I.Kom, serta Alfiyyah Zalfah, S.Ikom ke Prodi Pariwisata Universitas Gajah Mada yang bernaung di bawah Fakultas Ilmu Budaya, pada Kamis, 12 Oktober 2023. Dalam kunjungan tersebut juga membahas tentang rencana kerjasama yang akan terjalin dikedua bela pihak. Rencana kerjasama selanjutnya adalah dengan PT. Citra Elo River, dimana perusahaan ini adalah perusahaan pertama di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang bergerak dibidang Wisata Sungai seperti Arung Jeram (Raffting), dll. Dalam pertemuan ini juga kedua belah pihak sangat antusias membicarakan rencana kerjasama dalam pengembangan bisnis pariwisata.
Belum selesai sampai disitu, persiapan selanjutnya juga membangun kerjasama dengan Hotel Galuh Prambanan yang disusul dengan pertemuan hangat dengan General Manager Unit Prambanan dan Ratu Boko, Bapak I Gusti Putu Ngurah Sedana yang ditemani oleh Manajer Sales dan Business Partnership Unit Prambanan dan Ratu Boko, Ibu Nanik Lestari, pada Jumat, 13 Oktober 2023, yang pada kesempatan itu menyatakan bahwa: ini sebuah strategi yang baik dalam membangun sinergisitas unit Bisnis dengan hadirnya pihak akademisi sebagai support system dalam mengembangkan industri Pariwisata.
Dalam kesempatan yang sama, Bapak Doddy Wihardi yang biasa disapa Doddy menyatakan bahwa: kerjasama ini akan membuka peluang kesuksesan diberbagai pihak, karena kini saatnya akademisi harus hadir sebagai komponen penting dalam geliat pariwisata di Indonesia dan dunia. Tentu sinergisitas ini menjadi peluang yang sangat besar untuk kembali membangkitkan industri pariwisata Indonesia dan internasional. (Wid)








