KS, JAKARTA – Pada 10 November mendatang, bertepatan dengan Hari Pahlawan, Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono dijadwalkan akan membuka Turnamen Tenis Meja antar Sub Banjar se-Bekasi Margarana Cup 2024 di Lapangan Lantai 5 Gedung Pasraman Tirta Bhuana. Hal tersebut disampaikan Ketua STT (Sekaa Teruna-Teruni) atau Perkumpulan Pemuda-Pemudi Yowana Bagasasi Bekasi, I Nengah Dharma Pradnyandita pada Minggu sore, 3 November di kediamannya di Kampung Bali Bekasi. Dharma menambahkan, Kamis, 17 Oktober lalu, dirinya, bersama dengan Ketua Panitia Margarana Cup 2024, Ni Putu Prajna Paramitha Sadhu, Wakil Ketua Panitia Margarana Cup 2024, I Nyoman Devindira, Pengurus Banjar SDHD (Suka Duka Hindu Dharma) Bekasi Bidang Pembinaan Pemuda, Olahraga dan Kreativitas, Anak Agung Putu Wirakusuma, I Ketut Teja & I Nyoman Suranta, Ketua Humas & Hubungan Antar Lembaga, Ketut Gunarta, serta Ketua Pecalang Jaga Bhuana, I Gusti Agung Made Agung mengunjungi kediaman Ketua Umum KONI Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono di Kemang Pratama, Bekasi Selatan untuk audiensi (pertemuan resmi) memohon dukungan serta meminta kesediaannya untuk membuka Turnamen Margarana Cup 2024.

Sementara itu, dalam pesan Whatsapp, Minggu malam, 3 November, Ketua Pecalang Jaga Bhuana Bekasi, I Gusti Agung Made Agung, S.H., M.H., CLA. mengatakan, Ketua KONI Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto menyambut baik acara Turnamen Margarana Cup ini, sebagai bentuk kepedulian terhadap para pahlawan, sekaligus mempererat tali persaudaraan dan rasa kebersamaan sesama umat. Agung menambahkan, Beliau juga menyarankan cabor (cabang olahraga) yang dilombakan agar ditambah, tidak hanya Tenis Meja dan Badminton, namun juga cabor lain seperti Catur dan Senam, yang dapat melibatkan orang banyak. Para pemuda-Pemudi STT. Yowana Bagasasi juga diharapkan ikut berperan aktif dalam pembangunan Kota Bekasi dengan mengikuti pelatihan kewirausahaan atau kegiatan lainnya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bekasi.
Sebagai informasi, Sabtu pagi, 26 Oktober lalu, STT. Yowana Bagasasi Bekasi bersama Pengurus Banjar SDHD Bekasi Bidang Pembinaan Pemuda, Olah Raga dan Kreativitas telah mengadakan Rangkaian Turnamen pertama dari 3 turnamen Margarana Cup 2024, yakni Turnamen Badminton antar Sub Banjar se-Bekasi di Lapangan Pasraman Tirta Bhuana. Saat itu, acara dibuka oleh Kelian atau Ketua Banjar SDHD Bekasi, I Gede Darmayusa dan Ketua STT. Yowana Bagasasi, I Nengah Dharma Pradnyandita.

Kelian atau Ketua Banjar SDHD Bekasi, I Gede Darmayusa mengatakan, Margarana Cup 2024 kali ini bertemakan “Harmoni dalam gerak: Menyatukan energi, semangat dan persahabatan melalui olah raga”. Dengan sub tema, “Bertarung dalam Pertandingan, Bersatu dalam Kesehatan”. I Gede Darmayusa menambahkan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur melawan penjajah dan mempertahankan serta menularkan semangat perjuangan para pahlawan kepada generasi muda sebagai penerus bangsa, dalam hal ini STT. Yowana Bagasasi untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan positif menuju Indonesia maju. Dirinya menegaskan, hal terpenting dan perlu diingat, bahwa semangat kepahlawanan ini semoga menginspirasi pemuda atau STT. Yowana Bagasasi dan menjadi kesempatan bagi pemuda untuk mengadakan kegiatan positif, untuk berkumpul, menjadi erat, semakin kompak hingga akhirnya STT. Yowana Bagasasi menjadi besar. Ia pun menutup sambutannya dengan mengucap selamat bertanding kepada seluruh peserta turnamen, dan berharap semoga selalu diberi kesehatan.
Menurut Ketua STT. Yowana Bagasasi, I Nengah Dharma Pradnyandita atau akrab disapa Dharma, Margarana Cup merupakan turnamen rutin yang diadakan Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi setiap satu tahun sekali. Pada 26 Oktober ini, turnamen yang diadakan adalah Badminton atau Bulu Tangkis Ganda Putra, Ganda Putri maupun Ganda Campuran terlebih dahulu. Sub Banjar yang berpartisipasi ada 12 (dua belas), masing-masing Sub Banjar mengirimkan lebih dari 2 tim, yang merupakan kombinasi pemain ganda antara pemuda atau pemudi dengan pemain senior pria, sesama pemuda atau pemudi dan perpaduan pemuda atau pemudi dengan pemain senior wanita. Dengan Margarana Cup ini diharapkan dapat mempererat persaudaraan antar pemuda, juga antar warga Banjar SDHD se-Bekasi. Dharma menambahkan, Margarana Cup 2024 ini terdiri dari tiga rangkaian turnamen, yakni turnamen Badminton atau Bulu Tangkis Ganda Putra, Ganda Putri maupun Ganda Campuran antar Sub Banjar se-Bekasi, kemudian turnamen Tenis Meja atau Pingpong Kategori Tunggal Putra atau Putri, Ganda Putra, Ganda Putri maupun Ganda Campuran antar Sub Banjar se-Bekasi yang akan diadakan pada Minggu pagi, 10 November mendatang. Rangkaian terakhir adalah turnamen Tenis Meja atau Pingpong Kategori Tunggal Putra atau Putri, Ganda Putra, Ganda Putri maupun Ganda Campuran antar Banjar se-Jabodetabek yang akan diadakan pada Minggu pagi, 17 November mendatang. Dharma berujar, bahwa saat ini kita tidak berperang sampai titik darah penghabisan, namun menghabiskan energi berkompetisi untuk meraih kemenangan secara sportif.
Sabtu malam, 26 Oktober, final Turnamen Badminton Margarana Cup 2024 usai. Panitia langsung mengumumkan para pemenangnya, yakni sebagai berikut, Juara 3 Sub Banjar Harapan Jaya, Juara 2 yaitu Sub Banjar Bintara, serta Juara 1 adalah Sub Banjar Pondok Ungu.
Untuk diketahui, Sehari setelah Turnamen Badminton Margarana Cup 2024, yakni Minggu, 27 Oktober, Tim Tenis Meja Banjar SDHD Bekasi 1 meraih juara 2 (Runner Up) dalam Turnamen Tenis Meja antar Banjar SDHD se-Jabodetabek yang diselenggarakan di Pura Agung Kerta Jaya, Tangerang dalam rangka Pujawali ke-62. Sedangkan Juara 1 dalam pertandingan final tersebut diraih oleh Tim Tenis Meja Banjar SDHD Jakarta Selatan 1.
Sebagai tambahan informasi, Margarana Cup adalah nama perlombaan yang terinspirasi dari Puputan Margarana, yakni perang sampai titik darah penghabisan antara Indonesia melawan Belanda yang terjadi di desa Marga, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, pada 20 November 1946. Perang ini dipimpin oleh Kepala Divisi Sunda Kecil, Kolonel I Gusti Ngurah Rai. Pasukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat), Batalyon Ciung Wanara di wilayah ini bertempur habis-habisan untuk mengusir pasukan Belanda yang kembali datang setelah kekalahan Jepang, untuk menguasai kembali wilayahnya yang direbut Jepang pada Perang Dunia II. Seluruh pasukan TKR yang berjumlah 96 orang gugur, termasuk Kolonel I Gusti Ngurah Rai. Sedangkan Pasukan Belanda kurang lebih 400 orang yang tewas. Dengan kemenangan ini, Belanda sukses mendirikan Negara Indonesia Timur. Perang ini kemudian dikenang sebagai Puputan Margarana. Kini pada bekas arena peperangan tersebut didirikan Tugu Pahlawan Taman Pujaan Bangsa. (Wid)








