Banjir Di Halmahera Tengah Berangsur Surut

KS, JAKARTA – Banjir yang merendam tujuh desa di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, sudah berangsur surut pada Kamis (25/7/2024). Kendati demikian, para warga terdampak dilaporkan masih bertahan di pengungsian.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), data sementara hingga Kamis (25/7/2024) siang, warga yang terdampak banjir tercatat berjumlah 1.726 jiwa. Warga terdampak ini mengungsi di delapan pos pengungsian.

Adapun rinciannya antara lain, pos pengungsian Makodim 1512/Weda 331 jiwa, pos pengungsian Lukulamo 373 jiwa, pos pengungsian Lelilef 363 jiwa, pos pengungsian Trans Waleh 134 jiwa, pos pengungsian Desa Kobe 132 jiwa, pos pengungsian Gereja Sawai 173 jiwa, pos pengungsian Mako Brimob 315 jiwa, dan pos gedung Irawati 49 jiwa.

Banjir yang terjadi pada Minggu (21/7/2024) ini disebabkan karena meluapnya sungai Kali Kobe dan air pasang laut yang naik. Sebanyak tujuh desa di dua kecamatan terendam, yakni Kecamatan Wea Tengah sebanyak lima desa dan Kecamatan Weda Utara dua desa. Desa tersebut di antaranya Desa Lililef Waibulan, Desa Lukulamo, Desa Kulo Jaya, Desa Woejerana, Desa Woekob, Desa Sagea, dan Desa Kia.

Sementara itu kondisi mutakhir berdasarkan laporan yang di terima dari BPBD Kabupaten Halmahera Tengah, ruas Jalan Weda Patani yang sempat tidak bisa dilalui kendaraan, per Kamis (25/7/2024) siang sudah dapat dilalui baik oleh roda dua maupun empat.

Hingga siaran pers ini diterbitkan, tim gabungan masih melakukan pendataan rumah yang terdampak, melakukan penanganan darurat, serta memenuhi kebutuhan para pengungsi. Tim gabungan juga akan melakukan pembersihan material banjir di permukiman warga setelah pendataan rampung dilakukan.

Menyusul bencana ini, pemerintah setempat menetapkan status Tanggap Darurat di Kabupaten Halmahera Tengah terhitung mulai 21 Juli sampai dengan 5 Agustus 2024.

Kabupaten Halmahera Tengah sendiri termasuk wilayah yang rawan terhadap banjir. Kajian inaRISK mengidentifikasi sebanyak 8 kecamatan memiliki indeks bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi dan luas risiko mencapai 13.250 hektare. (Wid)

Related Posts

  • February 1, 2026
Presiden Prabowo Akan Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026

KS, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan membuka secara resmi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Forum ini…

  • February 1, 2026
Polri Terima Penghargaan Khusus di Puncak HUT ke-25 BPOM RI, Apresiasi Sinergi Pengawasan Obat dan Makanan

  KS, JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menerima penghargaan khusus dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) dalam rangka Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25…

Leave a Reply

Profil Senator

Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

  • July 17, 2025
Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

  • September 29, 2024
Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

  • June 23, 2024
Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

  • June 21, 2024
DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

  • May 12, 2023
Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk

  • October 9, 2022
Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk