KS – Tangsel, Langit BSD sore itu tampak mendung, seolah ikut berduka atas kepergian salah satu tokoh penting dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia. Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tutup usia dalam usia 72 tahun dan dimakamkan hari ini di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat.
Jenazah almarhum lebih dahulu dishalatkan di Masjid Asy-Syarif, Serpong, Tangerang Selatan, sekitar pukul 15.20 WIB. Suasana haru menyelimuti prosesi salat jenazah, dengan keluarga dan kerabat tak kuasa menahan tangis. Sejumlah tokoh hukum dan sahabat lama turut hadir, termasuk mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie.
Di tengah duka, jurnalis senior Aan Dwi Puantoro mengenang sosok Antasari sebagai pribadi yang bersahaja dan terbuka.
“Dia orang baik, sama wartawan juga baik, tegas dan tidak pelit informasi dan humble,” ujar Aan, yang pernah meliput sepak terjang Antasari semasa menjabat Ketua KPK.
Antasari Azhar lahir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pada 18 Maret 1953. Ia meniti karier panjang di dunia kejaksaan sebelum dipercaya memimpin KPK pada 18 Desember 2007. Di masa kepemimpinannya, KPK berhasil menuntaskan sejumlah kasus besar yang melibatkan pejabat tinggi negara.
Namun, perjalanan kariernya tak selalu mulus. Pada 2009, ia tersandung kasus pembunuhan berencana terhadap Nasrudin Zulkarnain dan dijatuhi hukuman 18 tahun penjara. Meski terus menyatakan tidak bersalah, Antasari menjalani hukuman selama lebih dari tujuh tahun sebelum mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo pada 2016.
Bagi banyak orang, Antasari adalah simbol keteguhan dan integritas dalam penegakan hukum. Meski sempat terjerat kontroversi, namanya tetap tercatat sebagai bagian penting dalam sejarah lembaga antirasuah Indonesia.
“Beliau tidak pernah mempersulit wartawan. Kalau kami butuh konfirmasi, beliau jawab langsung, bahkan kadang sambil bercanda,” kenang Aan.
Kini, kepergian Antasari meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan masyarakat yang mengenalnya. Doa dan penghormatan mengalir dari berbagai kalangan, mengenang sosok yang pernah berdiri di garda depan pemberantasan korupsi.








