Anggota DPR Semprot KPU-Bawaslu di Rapat Komisi II

KS, JAKARTA – Rapat dengan anggota Komisi II DPR Fraksi PAN Guspardi Gaus mempertanyakan keseriusan jajaran KPU dan Bawaslu setelah lima tahun bermitra. Dirinya menyinggung jumlah presensi jajaran KPU dan Bawaslu yang hadir dalam rapat bersama Komisi II DPR hari ini.


“Ini adalah tahun kelima bagi kami terutama saya bermitra dengan KPU dan Bawaslu. Baru pada hari ini lah saya lihat baik KPU ataupun Bawaslu menampakkan ketidakseriusannya dalam menghadapi RDP ini,” kata Guspardi dalam rapat kerja bersama KPU dan Bawaslu di gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/6/2024).

“Oleh karena itu, saya lihat, dari 7 komisioner KPU, yang hadir cuma 3 orang. Jangan kita beranggapan bahwa setelah selesai pemilu pertanggungjawaban keuangan tetap merupakan sesuatu yang amat-amat penting,” ungkapnya.

Guspardi pun menyemprot Bawaslu lantaran rapat hanya dihadiri Ketua Bawaslu Rahmat Bagja. Dia meminta antarinstansi harus saling menghargai.

“Yang kedua, juga yang lebih tragis lagi adalah Bawaslu. Hanya satu-satunya ketua yang hadir. Ini memiriskan ini. Janganlah, kita ini harus saling menghargai. Kita ini rapat harus saling terbuka, kami coba lihat, jarang-jarang yang hadir seperti ini tapi karena memang dirasakan pentingnya kegiatan ini saya lihat kita tidak melakukan skors terhadap rapat karena sudah memenuhi kuorum. Ini Pak Bagja tolong bagaimana ini anggotanya,” kata Guspardi.

Guspardi kemudian mengomentari laporan anggaran yang disampaikan KPU dan Bawaslu. Menurutnya, laporan itu sulit dibaca dan dipahami.

“Apalagi kertas kerja yang semacam ini. Anggarannya sangat luar biasa sekelas triliun, laporan yang disampaikan ini sulit saya untuk membacanya. Masa begini ini laporannya. Dan itu pun kami minta, coba lihat, bagaimana ini. Kemudian fotokopi SK atau apa ini saya nggak ngerti, nggak bisa saya baca ini. Padahal kertasnya bagus, kecil, kenapa tidak seperti yang biasa saja, barangkali lebih murah,” kata Guspardi sambal mengangkat buku laporan tersebut.

Kemudian, Guspardi mengatakan, meski Pemilu 2024 telah usai, namun pertanggungjawaban anggaran oleh KPU dan Bawaslu tetap penting untuk dilakukan. “Jangan kita beranggapan bahwa setelah selesai pemilu, pertanggungjawaban keuangan tetap merupakan sesuatu yang amat amat penting,” ujar politikus PAN (red/int)

Related Posts

  • February 1, 2026
Legislator Gerindra Kawal Penguatan Fasilitas Kesehatan Padang Pariaman Pasca Bencana

  KS, PADANG PARIAMAN — Anggota Komisi IX DPR RI, Fraksi Partai Gerindra Ade Rezki Pratama akan terus mengawal peningkatan layanan kesehatan masyarakat di Padang Pariaman termasuk pasca bencana alam…

  • February 1, 2026
Sejumlah Jembatan 100% Rampung, Akses Warga Terdampak Bencana di Aceh Kembali Terhubung

KS, ACEH  – Upaya pemulihan akses transportasi di sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh terus menunjukkan hasil nyata. Sejumlah jembatan telah rampung dan mulai digunakan, sementara beberapa titik lainnya…

Leave a Reply

Profil Senator

Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

  • July 17, 2025
Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

  • September 29, 2024
Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

  • June 23, 2024
Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

  • June 21, 2024
DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

  • May 12, 2023
Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk

  • October 9, 2022
Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk