KS,JAKARTA , 24 Februari 2020
Pemerintah menegaskan bahwa ketahanan air (water security) merupakan fondasi utama ketahanan nasional dan kunci keberlanjutan pembangunan Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam forum strategis bertajuk “Water Security: The Foundation of National Resilience” yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Forum ini menjadi bagian dari rangkaian diskusi strategis infrastruktur nasional yang bertujuan menyelaraskan arah kebijakan serta memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam pembangunan infrastruktur sumber daya air.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai perwakilan kementerian dan lembaga, organisasi internasional, asosiasi, dunia usaha, akademisi, serta komunitas masyarakat sipil.
Dalam sambutannya, AHY menegaskan pentingnya air sebagai elemen fundamental kehidupan dan peradaban manusia.
“Air merupakan fondasi utama kehidupan dan peradaban. Sejarah membuktikan, kejayaan berbagai peradaban dunia sangat ditentukan oleh kemampuan mereka dalam mengelola sumber daya air,” ujar AHY.
Ia mencontohkan bagaimana kerajaan kerajaan besar di Nusantara seperti Tarumanegara, Sriwijaya, hingga Majapahit berkembang pesat berkat pengelolaan sungai sebagai jalur irigasi, perdagangan, dan mobilitas masyarakat.
Tantangan Ketahanan Air Semakin Kompleks
AHY menekankan bahwa tantangan pengelolaan air saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu. Secara global, lebih dari separuh populasi dunia menghadapi risiko kelangkaan air akibat perubahan iklim, peningkatan populasi, serta degradasi lingkungan Indonesia, meskipun dikenal sebagai negara kepulauan dengan curah hujan tinggi, tetap menghadapi persoalan serius. Kapasitas tampungan air (storage) per kapita Indonesia masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara ASEAN.
Akibatnya, kelimpahan air di musim hujan kerap berbanding terbalik dengan kelangkaan saat musim kemarau.“Kita membutuhkan intervensi yang terukur melalui pembangunan bendungan, embung, sistem retensi, serta pengelolaan air tanah yang lebih bijak dan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain kuantitas, kualitas air juga menjadi perhatian utama. Tingginya tingkat pencemaran sungai menuntut penguatan sistem pengolahan air (water treatment), pengelolaan limbah, serta pengawasan yang konsisten dan terpadu.
Target Ambisius Layanan Air Minum
Dalam sektor pelayanan air minum, cakupan sambungan rumah tangga perpipaan saat ini baru menjangkau sekitar 20 persen penduduk Indonesia. Pemerintah menargetkan peningkatan cakupan menjadi 40 persen pada 2029, dan mencapai 100 persen pada 2045 sejalan dengan visi Indonesia Emas.
“Upaya ini membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Ketahanan air tidak bisa dibangun secara parsial,” kata AHY.
Ancaman Perubahan Iklim dan Strategi Nasional Forum tersebut juga menyoroti dampak perubahan iklim yang semakin nyata, termasuk meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan kekeringan ekstrem. Ancaman kenaikan muka air laut serta penurunan muka tanah di wilayah Pantai Utara Jawa menjadi perhatian khusus karena kawasan ini menopang aktivitas ekonomi nasional dan dihuni jutaan penduduk.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah mendorong empat strategi utama:
Dekarbonisasi lintas sektor guna menekan laju perubahan iklim.
Penataan ruang yang disiplin dan berbasis risiko bencana.
Rehabilitasi hutan serta perlindungan kawasan resapan air.
Normalisasi dan pemeliharaan sungai serta infrastruktur drainase.
Selain itu, pengembangan energi baru terbarukan berbasis air seperti hydropower, pembangkit listrik tenaga surya terapung, serta sistem pumped storage dinilai sebagai peluang strategis untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
Menutup forum tersebut, AHY mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga dan mengelola air sebagai aset strategis nasional.
“Ketahanan air bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan anak cucu kita. Air adalah fondasi ketahanan nasional dan kunci keberlanjutan negeri ini,” pungkasnya.








