KS, MALANG – Kunjungan kerja (Kunker), Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, sambangi Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Malang, Selasa (29/7). Kunjungan kali ini, bertujuan untuk memantau langsung kualitas pelayanan keimigrasian dan berinteraksi dengan masyarakat pengguna jasa.
Setibanya di kantor imigrasi, mantan wakapolri ini, langsung mengecek fasilitas dan infrastruktur yang mendukung pelayanan ramah HAM.
Dia pun menekankan pentingnya pelayanan yang adil dan setara bagi semua kalangan, terutama kelompok rentan. Menteri Imipas pun tidak segan menyapa langsung para pemohon paspor yang sedang menunggu.
“Mau berangkat umroh, bu?” tanyanya kepada pemohon paspor yang sedang menunggu proses. “Iya pak, baru mau pertama ini, hasil dari kumpul-kumpul duit,” jawab sang ibu dengan antusias.
Agus kemudian menelusuri setiap alur pelayanan secara detail, mulai dari proses permohonan paspor baru, perpanjangan paspor, hingga berbagai inovasi layanan yang telah diterapkan.
Sebelumnya, Kanim Malang telah mengembangkan beberapa terobosan dalam pelayanan, antara lain layanan pengambilan paspor drive thru yang memungkinkan masyarakat tidak perlu turun dari kendaraan, sistem Eazy Izin Tinggal (Eazy Intal), dan layanan komunikasi Forecast Karmila.
Pada kesempatan tersebut, Agus pun menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik dan penyederhanaan proses layanan. Sepanjang proses layanan keimigrasian, ia ingin semua berjalan sesuai prosedur dan bebas dari segala pungutan dan gratifikasi. “Ada pungutan selain di luar biaya pengurusan?” tanyanya kepada pengguna layanan.
“Tidak, pak. Semua gratis, bersih,” jawab seorang pengguna layanan.
Dirinya pun memastikan bahwa seluruh layanan dan fasilitas telah sesuai dengan standar pelayanan publik yang bersih dan transparan. (red)








