KS, Jakarta – Langkah Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) mencabut persyaratan vaksin meningitis bagi jemaah umrah disambut suka cita oleh ribuan calon tamu Allah.
Keriuhan suka cita tak hanya dirasakan oleh calon jemaah, namun juga oleh pelaku industri perjalanan haji dan umrah. H. Aan Dwi Puantoro, Direktur perjalanan umroh dan haji plus Jelajah Thoyibah Jakarta, adalah salah satu yang menyambut gembira keputusan ini.
“Kami sangat senang dengan adanya penangguhan ini. Tentu ini akan memudahkan para jemaah umrah dalam mempersiapkan perjalanannya,” ujar H. Aan Dwi Puantoro, Senin (17/02/25).
BACA JUGA : Megawati Umroh, Miqat di Masjid Tan’im Bareng Puan dan Pratama
Di balik senyum lega para jemaah, H. Aan Puantoro yang juga sebagai Senior Jurnalis TV Nasional, mengimbau agar kesehatan tetap menjadi prioritas utama saat menjalankan ibadah ke tanah suci Mekkah.
“Kami tetap menyarankan kepada para jemaah untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri. Jika memang khawatir virus tertular karena stamina kurang baik, dipersilahkan menyuntikkan meningitis, meski tidak diwajibkan lagi,” tambahnya.
BACA JUGA : Jelajah Thoyibah Jakarta: Umroh dan Haji Plus yang Nyaman, Terinspirasi oleh Timnas Indonesia
Kebijakan GACA ini memang menjadi oase di tengah persiapan umroh yang terkadang terasa rumit. Namun, H. Aan Dwi Puantoro mengingatkan bahwa kebijakan terkait vaksin meningitis dapat berubah sewaktu-waktu.
Oleh karena itu, jemaah umrah disarankan untuk selalu memadukan informasi terbaru dari sumber yang terpercaya.
Keputusan ini diambil setelah sebelumnya GACA mewajibkan vaksin meningitis bagi jamaah umrah mulai Februari 2025.









