KS, JAKARTA – Senyum bangga masih terpatri di wajah para atlet Indonesia usai mengharumkan nama bangsa di ajang SEA Games 2025. Namun, kebanggaan itu kini mendapat ruang baru yakni kesempatan untuk bergabung dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menawarkan jalur khusus bagi 101 atlet berprestasi untuk menjadi bagian dari keluarga besar Polri. Tawaran ini bukan sekadar apresiasi, melainkan bentuk pengakuan bahwa semangat juang dan disiplin yang mereka tunjukkan di arena olahraga selaras dengan nilai-nilai kepolisian.
“Kesempatan ini bukan hanya tentang karier baru, tetapi tentang melanjutkan pengabdian kepada negara,” ujar Kapolri dalam pernyataannya.
Bagi para atlet, perjalanan panjang menuju podium penuh dengan kerja keras, ketahanan mental, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai itu pula yang diyakini akan menjadi bekal berharga ketika mereka mengenakan seragam Polri.
Pengamat politik Boni Hargens menilai langkah Kapolri ini sebagai terobosan transformatif. “Atlet terbiasa menghadapi tekanan, bekerja dalam tim, dan mencapai target. Karakteristik ini sangat relevan dengan tugas kepolisian modern,” katanya.
Respons para atlet pun positif. Banyak yang melihat tawaran ini sebagai jalan baru untuk tetap berkontribusi bagi bangsa, meski tidak lagi berada di arena kompetisi. Dari lapangan olahraga ke lapangan pengabdian, mereka tetap membawa semangat yang sama: mengharumkan nama Indonesia.
Lebih dari sekadar rekrutmen, kebijakan ini dipandang sebagai investasi jangka panjang. Polri tidak hanya memperkuat kapasitas institusional, tetapi juga membangun citra sebagai institusi modern yang terbuka terhadap perubahan.
Dengan wajah-wajah atlet yang dikenal publik, kepercayaan masyarakat terhadap Polri diharapkan semakin meningkat. “Atlet adalah figur publik yang dihormati. Kehadiran mereka di Polri akan memberi dampak psikologis positif,” tambah Boni.
Meski demikian, keberhasilan program ini akan bergantung pada pembinaan karier yang jelas dan konsistensi implementasi. Jika dijalankan dengan baik, inisiatif ini bisa menjadi model pengembangan SDM bagi institusi negara lainnya.
Dari podium kemenangan ke barisan penegak hukum, para atlet kini punya kesempatan menorehkan prestasi baru. Bukan lagi medali yang mereka kejar, melainkan kepercayaan rakyat dan pengabdian tanpa batas. (A2n)









