ETOS Indonesia Bongkar Dugaan Masalah Program MBG: Dari Konflik Kepentingan hingga Keracunan Anak

KS, JAKARTA – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah, mendesak pemerintahan Prabowo – Gibran untuk melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai program unggulan tersebut sejak awal implementasinya sarat persoalan, rawan penyimpangan, dan berpotensi menjadi ladang korupsi bagi sejumlah pihak.

Menurut Iskandarsyah, berbagai masalah telah muncul sejak tahap awal pelaksanaan MBG. Mulai dari dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kepemilikan dapur yang didominasi oleh pejabat sipil, oknum TNI-Polri, hingga kelompok pengusaha tertentu. Selain itu, keberadaan yayasan pelaksana juga dinilai bermasalah karena diduga hanya berfungsi sebagai pengepul rente.

“Program ini sejak awal tidak transparan. Dari kepemilikan dapur, pengelolaan titik SPPG, hingga aliran dananya, semuanya membuka ruang konflik kepentingan,” ujar Iskandarsyah kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan, alih-alih memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pelaksanaan MBG justru meninggalkan catatan kelam. Sejumlah kasus keracunan makanan dilaporkan terjadi berulang kali di berbagai daerah, meskipun setiap SPPG disebut telah dilengkapi dengan tenaga ahli gizi.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) gagal mengelola program MBG secara profesional. Evaluasi seharusnya memperbaiki keadaan, bukan malah memperparah. Kasus keracunan anak-anak bangsa ini justru semakin masif,” tegasnya.

Iskandarsyah juga mengungkapkan adanya dugaan bahwa program MBG dieksploitasi secara sistematis oleh kelompok tertentu demi meraup keuntungan dari proyek bernilai triliunan rupiah tersebut, dengan menjadikan anak sekolah dan masyarakat miskin sebagai objek kebijakan.

Tak hanya itu, ia menyoroti kebijakan pemerintah yang memangkas anggaran pendidikan sebesar Rp223 triliun untuk dialihkan ke pendanaan program MBG. Menurutnya, langkah tersebut menabrak prinsip tata kelola anggaran negara dan mengabaikan prioritas pembangunan sumber daya manusia.(erlita)

 

Related Posts

  • February 1, 2026
Berkedok Jual Sayur, Pelaku Peredaran Obat Keras Diamankan Polsek Sepatan

  KS, TANGERANG  – Upaya pemberantasan peredaran obat keras tanpa izin edar kembali dilakukan jajaran Polres Metro Tangerang Kota. Kali ini, Unit Reskrim Polsek Sepatan berhasil mengungkap praktik peredaran obat…

  • February 1, 2026
Legislator Gerindra Kawal Penguatan Fasilitas Kesehatan Padang Pariaman Pasca Bencana

  KS, PADANG PARIAMAN — Anggota Komisi IX DPR RI, Fraksi Partai Gerindra Ade Rezki Pratama akan terus mengawal peningkatan layanan kesehatan masyarakat di Padang Pariaman termasuk pasca bencana alam…

Profil Senator

Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

  • July 17, 2025
Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

  • September 29, 2024
Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

  • June 23, 2024
Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

  • June 21, 2024
DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

  • May 12, 2023
Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk

  • October 9, 2022
Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk