Pramono Resmikan Waduk Cilangkap Batu Licin, Ini Empat Harapan Fahira Idris Terkait Penanggulangan Banjir

KS, JAKARTA – Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyambut baik peresmian Waduk Cilangkap Batu Licin di Jakarta Timur oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebagai langkah penting dalam upaya pengendalian banjir. Peresmian ini dinilai menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghadirkan solusi struktural yang berkelanjutan di tengah meningkatnya intensitas hujan ekstrem dan kerentanan wilayah Jakarta terhadap banjir.

Menurut Fahira Idris, kehadiran Waduk ini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penampung udara, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir terpadu yang sangat dibutuhkan Jakarta. Terlebih lagi, hujan deras yang kembali menyebabkan banjir di sejumlah titik Jakarta dalam beberapa hari terakhir menjadi pengingat bahwa permasalahan ini membutuhkan penanganan yang konsisten, terencana, dan lintas sektor.

“Peresmian Waduk Cilangkap Batu Licin adalah langkah maju yang patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak berhenti membangun solusi jangka menengah dan panjang. Namun, banjir adalah persoalan sistemik, sehingga keberhasilan waduk ini harus didukung dengan kebijakan yang terintegrasi,” ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (14/1).

Namun, pengalaman banjir yang kembali terjadi di berbagai titik Jakarta mengajarkan satu hal penting bahwa tidak ada solusi tunggal untuk permasalahan banjir. Penanggulangan banjir Jakarta harus dipahami sebagai kerja sistemik dari hulu hingga hilir, dari infrastruktur besar hingga solusi berbasis komunitas. Terkait upaya penanggulangan banjir di Jakarta, Senator Jakarta ini menyampaikan empat harapan utama agar upaya penanggulangan banjir di Jakarta semakin efektif dan berkelanjutan.

Pertama, Fahira Idris berharap pembangunan waduk dan infrastruktur pengelola air lainnya terus dilanjutkan dan disinergikan dalam satu sistem terpadu. Waduk baru harus terhubung dengan jaringan sungai, saluran, dan pompa yang ada, sementara waduk-waduk lama perlu direvitalisasi melalui pengerukan sedimen dan peningkatan kapasitas tampung. Dengan demikian, daya tahan sistem terhadap hujan ekstrem dapat meningkat secara nyata.

Kedua, pentingnya penataan sungai dan sistem drainase kota dengan pendekatan yang adil dan berkelanjutan. Normalisasi dan naturalisasi sungai harus berjalan seiring dengan perlindungan warga terdampak, peningkatan kapasitas pompa di titik rawan konsentrasi, serta pemeliharaan rutin infrastruktur udara.

“Kita membutuhkan pengelolaan udara yang tidak hanya reaktif saat banjir terjadi, tetapi bersifat preventif sejak tahap perencanaan,” ungkapnya.

Ketiga, pemaksaan pendekatan ekologis melalui perluasan ruang terbuka hijau-biru, sumur resapan, drainase vertikal, dan solusi berbasis alam. Menurut Fahira Idris, ketahanan Jakarta terhadap banjir tidak hanya bertumpu pada beton dan infrastruktur keras, tetapi juga pada pemulihan daya dukung lingkungan. Pembangunan kawasan harus semakin berbasis resapan udara, agar hujan tidak seluruhnya berubah menjadi limpasan permukaan yang memicu genangan.

Keempat, pentingnya kolaborasi regional Jabodetabek dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dari hulu hingga hilir. Banjir Jakarta tidak hanya mempengaruhi curah hujan lokal, tetapi juga mengirimkan udara dari wilayah penyangga ancaman serta rob di pesisir. Oleh karena itu, koordinasi lintas daerah dalam pengelolaan sungai, tata ruang, dan pengendalian sumber banjir harus diperkuat dengan peta jalan bersama yang berbasis data dan risiko.

Fahira Idris juga mengingatkan bahwa penanggulangan banjir tidak boleh lepas dari kepentingan warga. Setiap kebijakan dan proyek harus fokus pada keselamatan, kesehatan, serta keberlangsungan kehidupan masyarakat, terutama kelompok rentan yang paling terdampak saat banjir terjadi.

“Hadirnya waduk baru di Jakarta adalah langkah penting dan patut diapresiasi. Harapannya, ini menjadi bagian dari strategi besar yang menggabungkan infrastruktur, tata ruang, ekologi, dan kolaborasi lintas wilayah. Melalui kebijakan yang konsisten dan terintegrasi, Jakarta dapat bergerak dari sekadar kota yang selalu ‘siaga banjir’ menjadi kota yang semakin tangguh menghadapi risiko,” pungkas Fahira Idris.

Sekadar informasi, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan Waduk Cilangkap Batu Licin di Jakarta Timur pada Senin (12/1) pagi. Infrastruktur ini dibangun sebagai solusi strategi pengendalian banjir sekaligus ruang publik hijau yang berkelanjutan.

Related Posts

  • February 1, 2026
Berkedok Jual Sayur, Pelaku Peredaran Obat Keras Diamankan Polsek Sepatan

  KS, TANGERANG  – Upaya pemberantasan peredaran obat keras tanpa izin edar kembali dilakukan jajaran Polres Metro Tangerang Kota. Kali ini, Unit Reskrim Polsek Sepatan berhasil mengungkap praktik peredaran obat…

  • February 1, 2026
Legislator Gerindra Kawal Penguatan Fasilitas Kesehatan Padang Pariaman Pasca Bencana

  KS, PADANG PARIAMAN — Anggota Komisi IX DPR RI, Fraksi Partai Gerindra Ade Rezki Pratama akan terus mengawal peningkatan layanan kesehatan masyarakat di Padang Pariaman termasuk pasca bencana alam…

Profil Senator

Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

  • July 17, 2025
Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

  • September 29, 2024
Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

  • June 23, 2024
Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

  • June 21, 2024
DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

  • May 12, 2023
Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk

  • October 9, 2022
Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk