Program 1 juta Honorer menjadi ASN PPPK Tak Ubahnya seperti Menanam “tebu” Dibibir

KS, JAKARTA – Seleksi tahap kedua guru honorer menjadi ASN PPPK kembali mendapat kritikan tajam. Kemendikbudristek RI di bawah kepemimpinan Nadiem Makarim dinilai memiliki reputasi dan kinerja yang menunjukkan kesan tidak profesional, grasa grusu dan tambal sulam.

“Dari seleksi tahap pertama sampai tahap kedua, carut marut itu semakin kentara.” Ungkap Mulyadi, Ketua Forum Honorer PGRI Kabupaten Jember, Minggu (19/12/2021)

Program 1 juta Honorer menjadi ASN PPPK tak ubahnya seperti menanam “tebu” dibibir. Dalam implementasinya menimbulkan banyak kekecewaan bagi para pejuang yang mengabdi puluhan tahun untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Karena itu, kami mohon Pak Presiden melakukan evaluasi terhadap kinerja serta kebijakan Mas Menteri Nadhiem seraya berharap untuk menerbitkan Kepres pengangkatan Guru Honorer menjadi ASN PPPK.” katanya.

Sementara itu Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Golkar Muhamad Nur Purnamasidi akan terus menyuarakan aspirasi tersebut dalam rapat kerja dengan mitra kerjanya.

“Semangat lintas Fraksi di Komisi X sudah senafas dan sejalan dengan apa yang menjadi tuntutan para guru Honorer, kami tetap konsisten dan secara optimal terus berjuang mengegolkan
aspirasi yang menyangkut nasib serta masa depan guru honorer yang telah menunjukkan totalitas, dedikasi yang luar biasa selama bertahun tahun. Itu semua harus diapresiasi serta menjadi prioritas pertama dan utama untuk diangkat menjadi ASN PPPK.” tandasnya.

Lebih lanjut, Politisi dari Dapil Jatim IV Jember Lumajang ini menyatakan terkait formasi untuk menegasikan atau menghilangkan dikotomi negeri dan swasta. Dengan demikian, peserta seleksi dari sekolah swasta tetap mengajar di tempat semula, tidak harus bermigrasi dan mengusik formasi untuk beralih tugas di sekolah negeri.

“Kita akan meminta untuk dilaksanakannya agenda Rapat kerja Khusus lintas kementerian atau lembaga negara terkait yakni Kemendagri, Kepala BKN, Menpan RB, Kemenkeu, BPK RI, Kemendikbudristek RI sebagai user, Panselnas, serta stakeholder lainnya untuk melakukan evaluasi secara komprehensif setelah Reses masa Persidangan II tahun 2021-2022, ” tegasnya.

Rekomendasi Panja Pengangkatan Guru Honorer menjadi ASN PPPK yang dibahas serta disepakati jangan sampai hanya menjadi catatan tanpa ada arti serta nilai, nir implementasi. (red)

Related Posts

  • February 1, 2026
Presiden Prabowo Akan Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026

KS, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan membuka secara resmi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Forum ini…

  • February 1, 2026
Polri Terima Penghargaan Khusus di Puncak HUT ke-25 BPOM RI, Apresiasi Sinergi Pengawasan Obat dan Makanan

  KS, JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menerima penghargaan khusus dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) dalam rangka Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25…

Leave a Reply

Profil Senator

Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

  • July 17, 2025
Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

  • September 29, 2024
Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

  • June 23, 2024
Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

  • June 21, 2024
DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

  • May 12, 2023
Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk

  • October 9, 2022
Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk