KS – Jakarta, Memasuki musim hujan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan 41 titik rawan banjir dan genangan di lima wilayah kota administrasi. Titik-titik tersebut berada di bantaran sungai dan pesisir laut, dengan status siaga tinggi berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI.
“BPBD DKI petakan 41 titik rawan banjir dan genangan dengan status siaga tinggi,” ujar Staf Khusus Gubernur Jakarta, Chico Hakim, kepada wartawan, Rabu (29/10).
Chico menyebutkan, status siaga 3 (waspada) telah aktif di Bendung Katulampa (90 cm), Pos Depok (220 cm), dan Sunter Hulu (160 cm). Sementara Pintu Air Manggarai berada pada status siaga 2 dan dipantau selama 24 jam. Ia mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk melakukan evakuasi dini jika diperlukan.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI menargetkan genangan surut maksimal dalam waktu 3–6 jam. Pengerukan dan normalisasi lebih dari 100 kilometer saluran prioritas, termasuk Sungai Ciliwung, telah dilakukan secara rutin selama dua hingga tiga bulan terakhir.
“Pompa air 1.200 unit, terdiri dari 609 stasioner di 209 lokasi dan 573 mobile, 100 persen siap,” kata Chico.
Selain itu, Pemprov DKI bekerja sama dengan BMKG melakukan modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas hujan hingga 60 persen di titik-titik rawan. Monitoring sensor secara real-time juga terus dilakukan.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menegaskan bahwa kesiapsiagaan dilakukan secara menyeluruh.
“Kami tidak menunggu banjir datang. Sejak awal Oktober, seluruh perangkat daerah sudah bergerak menyiapkan sarana dan prasarana pengendalian banjir,” ujarnya.
BPBD juga memperkuat sistem peringatan dini dan memastikan informasi cuaca serta tinggi muka air dapat diakses masyarakat melalui situs bpbd.jakarta.go.id, media sosial @BPBDJakarta, dan aplikasi JAKI.
Isnawa mengimbau masyarakat untuk menyiapkan “tas siaga bencana” berisi kebutuhan darurat, mengetahui jalur evakuasi, serta segera menghubungi Jakarta Siaga 112 jika terjadi keadaan darurat.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mencatat terdapat 560 unit pompa stasioner di 191 lokasi dan 627 unit pompa mobile yang disiagakan. Sebanyak 3.908 personel pasukan biru dan 267 petugas BPBD TRC telah diterjunkan ke kelurahan rawan banjir.
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menyebutkan bahwa total volume pengerukan hingga pertengahan Oktober mencapai 704.523 meter kubik di 1.788 titik. Sebanyak 258 unit ekskavator dan 449 dump truck dikerahkan untuk mempercepat proses pengerukan dan pengangkutan sedimentasi.
Berikut sebaran titik rawan banjir:
• Jakarta Selatan: 15 titik (Cikini, Cipete, Kebayoran Lama, Pesanggrahan)
• Jakarta Timur: 12 titik (Bidara Cina, Kampung Melayu, Balekambang, Cawang)
• Jakarta Utara: 8 titik (Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol)
• Jakarta Barat: 4 titik (Duri Kosambi, Kembangan Utara/Selatan)
• Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu: 2 titik (Kali Sunter Hulu, pesisir Kepulauan Seribu)
Pemprov DKI menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi musim hujan dan potensi banjir di Ibu Kota.








