KS, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan akan memulai pembongkaran tiang-tiang proyek monorel yang mangkrak di sejumlah titik ibu kota pada Januari 2026. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, jika pihak kontraktor tidak segera mengambil tindakan, maka Pemprov akan turun tangan langsung.
“Kami sudah berbicara dengan pihak Adhi Karya. Kalau mereka tidak bisa membongkar, kami yang akan bongkar. Kami beri kesempatan dulu, tetapi kalau tidak ada aksi, Januari kami mulai pembongkaran,” kata Pramono, Senin (27/10/2025).
Langkah ini diambil menyusul keluhan masyarakat terhadap keberadaan tiang-tiang beton yang dianggap mengganggu estetika kota dan menimbulkan kesan proyek terbengkalai. Proyek monorel Jakarta sendiri dimulai pada 2004 dan dihentikan pada 2015 karena kendala pendanaan dan perencanaan rute.
BACA JUGA : Transisi Kelembagaan Haji: Harapan Baru, Pelayanan Lebih Ramah Jemaah
Tiang-tiang eks monorel masih berdiri di sejumlah kawasan utama seperti Jalan HR Rasuna Said, Senayan, dan Setiabudi. Pramono menyebut, sejak menjabat, dirinya merasa terganggu dengan keberadaan tiang-tiang tersebut yang tidak kunjung ditangani.

Corporate Secretary ADHI Rozi Sparta menyatakan, pembongkaran tiang monorel tidak berdampak material terhadap kelangsungan usaha maupun harga saham perseroan. Aset tersebut tercatat dalam pos Aset Tidak Lancar Lainnya bagian Persediaan Jangka Panjang dan masih dalam proses kajian internal.









