Skip to content
-
Logo_KS Kabar Senator

Media Aspirasi dan Inspirasi

Logo_KS Kabar Senator

Media Aspirasi dan Inspirasi

  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Privacy & Policy
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Privacy & Policy
Close

Search

Peternak Harus Tetap Untung, Konsumen Tidak Terbebani

By Sadewa Sampurno Hadi
July 7, 2026

KS, Jakarta – Stabilitas harga ayam dan telur kembali menjadi perhatian pemerintah. Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum HKTI, Sudaryono, meminta para peternak menyesuaikan kalender produksi dengan jadwal sekolah. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan pasokan di tengah penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah.

Sudaryono menjelaskan, penurunan harga ayam dan telur belakangan ini terjadi karena permintaan dari program MBG ikut menurun.

BACA JUGA : Kemendag Ingin Pasokan Stabil Meski Ekspor Menggiurkan

“Kita ingin bagaimana peternak bisa menyesuaikan kalender produksinya agar sejalan dengan kalender libur anak sekolah,” ujarnya di Kantor Kementerian Pertanian.

Program MBG selama ini menciptakan permintaan besar terhadap komoditas ayam dan telur, bahkan mendorong lahirnya peternak baru. Namun, ketika program dihentikan sementara, pasokan melimpah tidak diimbangi permintaan sehingga harga turun.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menambahkan bahwa keseimbangan supply dan demand menjadi penyebab utama penurunan harga. “Pada saat suplai namun permintaan turun, harga ikut turun. Oleh karena itu, penyesuaian harga acuan pembelian (HAP) di tingkat peternak menjadi solusi,” jelasnya.

Harga Acuan Baru Mulai 15 Juli 2026

  • Ayam hidup: minimal Rp19.500 per kilogram
  • Telur ayam: Rp24.000 per kilogram

BACA JUGA : Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan Warga

Kebijakan ini diharapkan menjaga kesejahteraan peternak sekaligus memastikan harga di tingkat konsumen tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

Sudaryono menegaskan, tujuan utama kebijakan ini adalah menyeimbangkan rantai pasok pangan agar efisien.

“Kesenjangan antara harga pokok produksi (HPP) dan HET tidak boleh terlalu besar. Kita ingin peternak tetap untung, konsumen tidak terbebani,” tutupnya. (A2n)

Author

Sadewa Sampurno Hadi

Follow Me
Other Articles
Previous

Kemendag Ingin Pasokan Stabil Meski Ekspor Menggiurkan

Next

Prabowo dan PM Modi Sepakati Penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif, Sentuh Sejumlah Sektor Strategis

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Profil Senator

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

September 29, 2024

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

June 23, 2024

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

June 21, 2024

Ekonomi

Ancol Hadirkan Program Gratis Masuk untuk Masyarakat pada 10 Juli 2026, Sambuh HUT PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk

July 7, 2026

Kemendag Ingin Pasokan Stabil Meski Ekspor Menggiurkan

July 7, 2026

Dukung Program 3 Juta Rumah, Lippo Group Hibahkan Lahan 30 Hektare kepada Negara

June 30, 2026

Agenda

Gelar Wakaf & Zakat Run 2024: BWI, Kemenag dan BAZNAS Ajak Masyarakat Berolahraga Sambil Beramal

November 24, 2024

Unand Gelar Webinar, Hadirkan Inspirasi dari Alumni Para Duta Besar

October 7, 2024

Dedi Senang Bisa Berolaharaga Bersama Cawagub Jabar Ilham Akbar Habibie

October 6, 2024
Logo_KS

Copyright @ 2026 — kabarsenator.com
PT. Dwikarsa Media Nusantara