KS, JAKARTA, 24/08/2025 – Dinamika menjelang pergantian pucuk pimpinan di Kejaksaan Agung Republik Indonesia kembali menyita perhatian publik. Di tengah harapan akan sosok pemimpin yang mampu menegakkan hukum secara tegas, profesional, dan berintegritas, nama Dr. Amir Yanto, Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung RI, mencuat sebagai kandidat kuat Jaksa Agung berikutnya.
Amir Yanto bukanlah nama baru di lingkungan Korps Adhyaksa. Berbekal pengalaman panjang dan strategis di berbagai lini, ia pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) dan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel)—dua posisi kunci yang mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap kapasitas dan integritasnya.
Sejak Februari 2024, Amir dipercaya memimpin Badan Pemulihan Aset (BPA), unit baru yang bertugas memperkuat pemulihan aset negara. Dalam waktu singkat, ia membuktikan kemampuannya. Pada Januari 2025, BPA di bawah kepemimpinannya berhasil mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp269,19 miliar. Capaian tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis dan manajerialnya, tapi juga menjadi indikator nyata dari efektivitas kepemimpinan yang ia bawa.
“Seorang Jaksa Agung harus punya pandangan luas, pemahaman struktural, dan rekam jejak bersih. Amir Yanto memenuhi semua itu,” ujar Abdullah Kelrey, pendiri Nusa Ina Connection (NIC).
Kelrey juga menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi lintas lembaga dalam konteks pemberantasan korupsi nasional dan internasional.
“Beliau mampu membangun jejaring dan kerja sama dengan KPK, Polri, dan lembaga internasional. Itu sangat penting, karena korupsi tidak bisa diperangi sendirian.”
Tak hanya itu, Kelrey menambahkan bahwa sosok Amir Yanto memiliki bekal integritas yang telah teruji selama bertahun-tahun.
“Hari ini publik membutuhkan figur yang mampu mengembalikan kepercayaan terhadap institusi hukum. Saya percaya Amir Yanto mampu menjawab harapan tersebut.”
Penilaian senada disampaikan oleh Iskandarsyah, Direktur ETOS Indonesia Institut, yang menyoroti pentingnya figur pemersatu di internal Kejaksaan.
“Kejaksaan Agung bukan hanya butuh pemimpin yang tegas terhadap korupsi, tapi juga mampu menjaga kekompakan internal. Sosok seperti Amir Yanto, yang kuat secara teknis dan visioner dalam kepemimpinan, sangat dibutuhkan hari ini.”
Menurut Iskandarsyah, Amir Yanto memiliki kapasitas tidak hanya sebagai penegak hukum yang andal, tetapi juga sebagai pemimpin yang mampu mengarahkan kejaksaan menuju masa depan yang lebih solid dan dipercaya publik.
“Beliau berbeda dari figur lain. Dalam sorotan publik terhadap kejaksaan, kita perlu pemimpin yang bisa menjadi jembatan antara profesionalisme dan integritas.”
Sebagai lembaga penegak hukum tertinggi di Indonesia, Kejaksaan Agung menghadapi berbagai tantangan: mulai dari penanganan kasus korupsi, integritas aparat, hingga efektivitas lembaga secara keseluruhan. Dalam konteks itu, nama Amir Yanto muncul sebagai figur yang diyakini publik memiliki semua bekal yang dibutuhkan: pengalaman panjang, kemampuan strategis, integritas yang teruji, serta visi kolaboratif lintas lembaga.
Kini, di tengah spekulasi tentang siapa yang akan menjadi Jaksa Agung selanjutnya, nama Amir Yanto semakin menguat. Ia dipandang sebagai sosok yang mampu membawa Kejaksaan Agung menuju era baru lebih tegas, transparan, dan berkeadilan.(erlita)








