Polsek Penjaringan Tegaskan Tiga Calon ABK di Muara Baru Bukan Disekap

 

KS, JAKARTA – Berita yang sempat beredar tiga calon anak buah kapal (ABK) di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, yang kabur berenang lewat Waduk Pluit, tidak lah disekap.

Kanit Reskrim Polsek Penjaringan, AKP Sampson Sosa Hutapea, membantah kabar yang beredar soal penyekapan.
“Kejadian yang terjadi bukan penyek

apan,” tegas Sampson Sosa Hutapea, saat dihubungi Jumat (8/8/2025).

Dikatakan Sampson, setelah kejadian polisi sudah mengecek tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari pihak agensi.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, memang benar tiga calon ABK berinisial RA (20), AS (18), dan RH (20), asal Majalengka itu datang ke Muara Baru untuk dipekerjakan di kapal.

“Mereka bertiga ini memang ingin bekerja menjadi ABK dan didatangkan dari Majalengka. Lalu, saat mereka datang ke Jakarta segala akomodasi transport itu yang menanggung emang pihak agensi. Namun, dengan komitmen bahwa calon ABK ini akan kerja sampai ada tanggal kapal yang berangkat,” tutur Sampson.

Namun, karena belum mendapat jadwal kapal, kata Sampson, para ABK tersebut merasa tidak sabar dan memilih kabur.
“Tapi, karena ABK ini merasa menunggu terlalu lama maka mereka menilai ini tidak sesuai dengan kesepakatan,” bebernya.
Sampson juga memastikan bahwa selama berada di mess, para calon ABK tidak disekap.

Mereka masih diberi makan, diperbolehkan bermain ponsel. Tapi, memang tidak diperkenankan pergi jauh-jauh, sebab para korban bukan penduduk asli sana.

“Cuma emang enggak boleh keluar jauh, karena mereka bukan penduduk asli sana dan juga takutnya mereka tidak menempati komitmen yang telah disepakati,” beber Sampson.

Diberitakan sebelumnya, tiga calon ABK berinisial RA (20), AS (18), dan RH (20) asal Majalengka, disekap di kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Mereka bisa disekap usai tergiur lowongan kerja (loker) dari Facebook menjadi seorang ABK di Muara Baru dengan gaji Rp 6 juta.

Akhirnya, ketiganya pun tertarik dan memutuskan untuk pergi ke Jakarta demi merubah nasib.

Namun, setibanya di Muara Baru, mereka ditempatkan di sebuah mess berukuran tiga meter yang diisi oleh belasan calon ABK lainnya.

Selama di mess, pergerakan mereka dibatasi dan selalu dalam pengawasan ketat.
“Disekapnya di mes, enggak boleh keluar, ke warung aja diikutin. Kurang lebih empat hari disekap,” ucap RA.
Ada sekitar empat orang yang selalu siaga menjaga mess tersebut dengan membawa celurit.

Selain disekap, kontrak kerja yang dijanjikan juga tidak sesuai. Sebab para calon ABK itu menginginkan kontrak kerja empat bulan, namun ternyata mereka diwajibkan melaut satu tahun.

 

Di sisi lain, mereka juga baru tahu bahwa gaji Rp 6 juta yang akan didapatkan akan dipotong Rp 3 juta untuk si calo, dan Rp 3 juta lagi untuk membeli pancingan.
Sebab, para ABK yang mau melaut harus modal membeli pancingan seharga Rp 6 juta terlebih dahulu.

“Jadi, dia (ABK) di atas kapal itu bilang, enggak tahu kalian pulang bisa bawa duit atau enggak, karena kan buat beli alat pancing aja masih kurang Rp 3 juta,” kata RH.
Calo tersebut juga meminta agar para calon ABK membayar Rp 2 juta apabila ingin membatalkan kontrak dan pulang ke kampung halamannya. (joy)

Related Posts

  • February 1, 2026
Polri Terima Penghargaan Khusus di Puncak HUT ke-25 BPOM RI, Apresiasi Sinergi Pengawasan Obat dan Makanan

  KS, JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menerima penghargaan khusus dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) dalam rangka Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25…

  • February 1, 2026
Operasi Pekat Jaya 2026, Patroli Malam Brimob Temukan Sajam dan Gagalkan Tawuran di Jaktim

  KS, JAKARTA  — Patroli malam Satuan Brimob Polda Metro Jaya kembali menggagalkan aksi tawuran remaja di wilayah Jakarta Timur dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026. Dalam patroli tersebut, petugas…

Profil Senator

Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

  • July 17, 2025
Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

  • September 29, 2024
Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

  • June 23, 2024
Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

  • June 21, 2024
DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

  • May 12, 2023
Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk

  • October 9, 2022
Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk