KS,JAKARTA – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah, menyuarakan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan sejumlah kasus korupsi besar yang tengah ditangani aparat penegak hukum, seperti kasus di PT Pupuk Indonesia senilai Rp8,3 triliun, PLN Rp21 triliun, dan WIKA Rp803 miliar.
Dalam diskusi publik yang digelar di Jakarta, Senin (26/5/2025), Iskandar menilai lembaga penegak hukum saat ini gagal menjalankan tugasnya dengan tegas dan efektif.
“Penegak hukum negara kita hari ini mandul total. Saya bahkan katakan, sudah stroke kanan kiri, tak mampu melawan rampok negara,” ujar Iskandar.
Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas terhadap institusi penegakan hukum yang dinilainya tidak efektif dalam menangani kasus-kasus korupsi besar.
“Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan kepada Pak Prabowo sebagai pimpinan tertinggi di negeri ini untuk segera mencopot Jaksa Agung dan membubarkan KPK, jika mereka memang tak mampu atau pilih-pilih dalam menangani kasus korupsi,” tegasnya.
Iskandar juga mengingatkan janji kampanye Presiden Prabowo yang berkomitmen untuk membasmi korupsi hingga ke akar-akarnya.
“Saya akan menagih janji Pak Prabowo yang dalam kampanyenya mengatakan akan mengejar pelaku korupsi sampai ke antariksa sekalipun,” sambung Iskandar.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa yang tidak boleh ditoleransi. Ia prihatin melihat mantan terpidana korupsi yang masih bisa mencalonkan diri sebagai anggota legislatif atau kepala daerah.
“Bangsa ini sudah benar-benar kehilangan adab. Tak ada rasa malu lagi. Penegak hukum hari ini lebih suka berkawan dengan para koruptor,” kritiknya.
Iskandar menutup pernyataannya dengan harapan agar Presiden segera mengambil langkah penyelamatan nasional.
“Kalau tidak cepat diatasi, saya khawatir negara akan chaos tak lama lagi. Tapi saya tetap berbaik sangka kepada Pak Prabowo. Saya yakin beliau mampu melakukan hal yang saya sampaikan: copot Jaksa Agung jika memang lemah, dan bubarkan KPK jika terbukti mandul semandul-mandulnya,” pungkas Iskandar.(erlita)








