KS, JAKARTA – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah, menegaskan bahwa dugaan kebocoran anggaran negara di tubuh PLN bukan sekadar isu, melainkan telah terbukti melalui kajian mendalam tim ETOS. Hal ini disampaikannya usai mengikuti siaran langsung podcast RH Channel di Jakarta, Jumat (2/5/2025).
“Apa yang disampaikan tim kajian ETOS Indonesia Institute terkait kebocoran anggaran negara di PLN sudah terbukti dan tak terbantahkan,” ujar Iskandarsyah.
Menurutnya, seluruh data dan temuan telah disampaikan secara terbuka dalam siaran langsung tersebut, meskipun terdapat kehadiran sejumlah pihak yang ia sebut sebagai buzzer. Namun, ia menegaskan ETOS tidak terganggu oleh hal itu.
“Kita, ETOS, tidak memikirkan soal itu. Karena kita tunjukkan yang benar dan sudah terbukti. Hasil polling juga menunjukkan keunggulan kita dengan 89%, sementara pihak PLN hanya 11%,” tegasnya.
Iskandarsyah menambahkan bahwa pihaknya akan membawa seluruh temuan tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai bentuk keseriusan.
“Data ini akan kami bawa ke KPK. Saya berharap Pak Presiden melihat dan menanggapi peristiwa ini dengan serius, serta memerintahkan Ketua KPK untuk segera menindaklanjuti kasus yang, menurut saya, memalukan bangsa ini,” katanya.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo untuk mewujudkan komitmen antikorupsi yang telah dijanjikan saat kampanye.
“Saya sampai hari ini masih berbaik sangka terhadap apa yang akan dilakukan pemerintahan ini. Melalui Pak Presiden Prabowo selaku pimpinan negara, saya berharap beliau segera menindak siapa pun yang melakukan korupsi dan menyelewengkan uang negara,” pungkasnya.(erlita)








