Perusahaan ritel Lulu Hypermarket dikabarkan akan menutup gerainya di seluruh Indonesia pada tahun ini. Ritel yang besar di Abudabi itu tak mampu terus mengembangkan sayapnya untuk dapat bertahan dalam dunia ritel di Indonesia.
Pada medio mei 2016, Lulu Hypermarket mengawali langkahnya dengan membuka gerai pertamanya di Kawasan Cakung, Jakarta Timur. Presiden RI Joko Widodo meresmikan kehadiran ritel dari timur tengah tersebut dengan mengusung mengangkat usaha lokal.
Seiring perjalanannya, ditengah gempuran dan maraknya ritel yang tumbang Lulu malah terus berupaya untuk dapat menambah dengan membuka gerai lainnya. Lulu sukses menambah dan membuka gerai di Tangerang, Depok, Bogor dan Bekasi. Langkah itu terus diupayaan oleh Lulu Hypermarket disetiap tahun diperjalanannya.
Salah satu karyawan Lulu Hypermarket yang enggan namanya disebut membenarkan rencana penutupan seluruh gerai Lulu yang ada di Indonesia. Dijelaskan olehnya penutupan berlangsung pada sekitaran bulan April dan Mei ditahun ini.
“Masih simpang siur tutupnya, tanggal fixed tutupnya suka berubah-ubah. Rencana tanggal 31 Maret 2025. Tapi karena masih banyak barang akhirnya ditunda,” ujarnya.
Karyawan tersebut juga menjelaskan gerai yang di Bogor telah ditutup lebih dulu. Diungkapkan olehnya penutupan gerai bogor dilakukan sebelum bulan Puasa.
“Gerai yang telah ditutup lebih dulu itu yang ada di Bogor. Penutupannya dilakukan pada saat sebelum bulan Ramadan,” katanya.
Penutupan Lulu Hypermarket dilakukan karena ritel alami kerugian yang disebabkan kurangnya pengunjung dan pembeli. Dari gerai-gerai Lulu yang ada, menurut karyawan tersebut hanya satu gerai yang masih mendapatkan keuntungan.
“Karena terus merugi, cuma ada satu gerai yang lumayan dalam penjualannya. Nah, yang satu itu tak mampu menutupi kerugian gerai yang ada. Maka diputuskan untuk ditutup saja.
Kondisi Lulu Cakung
Kabar Senator berkunjung ke Lulu Hypermarket yang terletak di kawasan Cakung, Jakarta Timur pada Kamis (10/4/2025). Dilokasi ini merupakan gerai pertama Lulu yang pernah diresmikan oleh Presiden RI pada Kala itu yakni Joko Widodo.
Tiba pada pukul 12:30 WIB, Kabar Senator mulai masuk ke dalam parkiran. Suasana sepi sudah nampak terlihat dilokasi dari parkiran kendaraan bermotor. Rumput dan ilalang yang ada juga nampak tumbuh subur dan seperti tak terurus dengan baik.
Disekitaran parkiran hingga pelataran pintu masuknya sudah tidak terlihat lagi resto siap saji seperti KFC, Solaria dan juga Starbucks yang sebelumnya ikut meramaikan suasana Lulu Cakung. Penutupan resto-resto tersebut belum diketahui alasannya dan sejak kapan menutup usahanya.
Mulai memasuki pintu masuk Lulu Cakung masih terlihat aktivitas pekerja seperti kasir dan lainnya. Akses untuk langsung ke lantai dua dari pintu masuk telah ditutup baik dengan eskalator maupun lift dan tertulis bahwa lantai dua sedang dalam perbaikan.
Makin kedalam, Kabar Senator melihat jejeran rak-rak barang yang kosong tanpa ada satupun barang yang dijual. Untuk mencari kebutuhan rumah tangga seperti sabun hanya ada beberapa bungkus dan hanya satu merk.
Resto yang ada di dalam dengan menyajikan makanan khas timur tengah seperti nasi kebuli dan nasi biriyani juga tidak ada. Ruangan belanja yang luas nampak jadi area terbatas dengan banyaknya rak-rak kosong.








