KS, BEKASI – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi batal menemui puluhan massa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang Gedung Parlemen Kota Bekasi pada Rabu Sore (16/4/2025). Sardi yang sebelumnya sudah berhadapan dengan peserta aksi di depan pintu gerbang memilih kembali masuk ke dalam usai adanya lemparan botol.
Sebelum adanya lemparan tersebut, Sardi belum sempat berbicara pada peserta aksi yang saat itu sedang berorasi. Ketua DPRD itu memilih menunggu berhentinya orasi dari massa aksi yang sudah melihat kehadirannya.
Pelemparan yang berasal dari arah massa aksi tersebut beruntung tidak mengenai Ketua DPRD Kota Bekasi dan juga aparat yang mengamankan jalannya unjuk rasa. Usai pelemparan yang dilakukan sekali itu, nampak Sardi masih tetap mencoba bertahan untuk dapat berdialog dengan massa aksi.
Massa yang berasal dari Aliansi Masyarakat Sipil tersebut sempat mengucapkan kata-kata keras saat berorasi di depan Ketua DPRD. Sardi yang mendengar kata-kata tersebut memilih balik masuk ke dalam Gedung Parlemen.
“Oh tidak, bagaimana saya ingin terus menemuinya. Kan teman-teman lihat sendiri,” jawab Sardi kepada awak media saat ditanya apakah sempat berstatemen kepada massa yang beraksi.
“Tadi saya sudah temui, ya kita ingin katanya demonya aksi damai, aksi simpatik, kita support lah,” tambah Sardi ditengah kesibukan dengan jadwal Paripurna.
Massa aksi menyuarakan penolakannya terhadap RUU TNi dan Polri yang sedang di bahas DPR RI. Massa aksi yang mengawali aksinya dengan tertib dan damai sempat pula melakukan menggoyang-goyangkan pagar. Mereka mengharapkan adanya perwakilan dari pihak DPRD Kota Bekasi yang menemuinya.
Ditengah kesibukan agenda DPRD, akhirnya melalui nego yang panjang massa aksi ditemui oleh Ketua Komisi II Latu Har Hary. Mereka menyerahkan fakta integritas yang menjadi tuntutannya kepada DPRD. Usai ditemui massa aksi pun perlahan membubarkan diri dan sepanjang aksi berlangsung tidak terjadi tindakan yang anarkis.








