KS, JAKARTA – Warga yang bermukim di Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, mengaku sesak napas karena bau dari limbah pabrik PT Elnusa Petrofin. “Semenjak sisa produksi limbah berbentuk cairan ditaruh di lapangan milik perusahaan. Suka tercium bau menyengat sampai menusuk hidung. Terkadang bau yang dihirup tersebut suka membuat sakit sampai sesak pernapasan bagi warga,” ungkap Sekretaris RT 02 RW 09 bernama Wijaya Sudrahat (58) saat ditemui, wartawan Selasa (15/4/2025).
Sementara itu, warga lain bernama Amsyiah (26) menilai bau limbah pabrik itu beraroma asam dan menyengat. “Hampir tiap malam bau menyengat asam banget membuat napas tidak segar,” keluh Amsyiah.
Amsyiah mengungkapkan, aroma bau limbah semakin menyengat ketika malam hari. Saat bau menyengat, maka Amsyiah memilih untuk ke luar rumah terlebih dahulu.
Apabila baunya sudah mulai mereda, maka Amsyiah baru berani pulang ke rumah.
Begitu juga apa yang dirasakan warga bernama Masum (50) RT 2, RW 09, yang menilai bau limbah tersebut membuat sesak dada.
“Kita kan tidak tahu bahan apa ini. Sekali mencium baunya udah kaya bau gosong nyesak kaya kayu dibakar. Sebelumnya bau asam menyengat seperti cuka,” tutur Masum.
Diketahui sekitar empat RT di Rawa Badak Selatan yang terdampak bau limbah kimia pabrik. Empat RT tersebut berada di RW 09, di antaranya RT 5, 3, 2, dan 1.
Keempat RT tersebut memang berdekatan langsung dengan tempat di mana pabrik limbah itu menyimpan limbah. Pasalnya, sudah tiga bulan, limbah pabrik itu disimpan di dalam drum berwarna biru dan diletakan di lapangan.








