KS,JAKARTA – Momen Idul Fitri 1446 H menjadi ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan bagi warga Maluku dan Maluku Utara di perantauan. Ketua Umum DPP Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), H. Umar Ohoitenan, menggelar Open House selama dua hari di kediamannya di Bina Lindung, Bekasi, mulai Senin (1/3/2025). Acara ini tidak hanya dihadiri oleh umat Muslim, tetapi juga saudara-saudara Kristiani asal Maluku yang turut serta dalam perayaan, mencerminkan kuatnya ikatan persaudaraan lintas agama yang telah lama terjalin di tanah Maluku.
Kegiatan Open House dimulai dengan Sholat Idul Fitri di Masjid Ar-Romlah, yang dipimpin oleh Ustadz Husein Fakaoubun dan dilanjutkan dengan khutbah oleh Al Ustadz Drs. M. Qosim Matdoan. Seusai sholat, kediaman Umar Ohoitenan terbuka bagi siapa saja yang ingin bersilaturahmi. Kehangatan begitu terasa saat umat Muslim dan Kristiani saling berjabat tangan, berbagi kebahagiaan, dan menunjukkan bahwa toleransi bukan sekadar konsep, melainkan tradisi yang terus dijaga oleh masyarakat Maluku.
Mansur Husain, pengurus DPP FPMM, menyatakan bahwa semangat kebersamaan ini harus terus dirawat, baik di kampung halaman maupun di perantauan. “Semangat kebersamaan ini harus terus dirawat, baik di kampung halaman maupun di perantauan,” ujarnya di kediaman H. Umar Ohoitenan, di Bina Lindung, Bekasi.
Dalam budaya Maluku, nilai-nilai persaudaraan telah mengakar kuat dan diperkuat oleh adat seperti Larvul Ngabal dalam masyarakat Kei, yang mengajarkan prinsip Ain Ni Ain—saling menjaga satu sama lain. Semangat ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari gotong royong membangun rumah ibadah hingga merayakan hari besar keagamaan secara bersama-sama. Sebagai pemimpin FPMM, Umar Ohoitenan terus mendorong kegiatan sosial yang mempererat hubungan lintas agama dan meningkatkan kepedulian sesama.
“Silaturahmi bukan sekadar tradisi, tapi juga bukti bahwa Islam adalah agama yang membawa kedamaian,” tegasnya. Open House menjadi simbol bahwa di tengah perbedaan, kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun harmoni dan persatuan.
Pada hari kedua, suasana semakin meriah dengan kehadiran berbagai kalangan, termasuk teman-teman dari komunitas Maluku yang berada di luar DKI Jakarta, rekan-rekan bisnis, serta anggota organisasi yang belum sempat hadir di hari pertama.
Mansur Husain menyampaikan pesan dalam momentum Idul Fitri ini. “Alhamdulillah, kemarin kita melaksanakan Idul Fitri bersama. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi tahunan, dan di momen seperti ini, kita harus selalu menjaga silaturahmi serta hubungan baik. Tidak boleh ada perbedaan pandangan yang memisahkan kita, baik di perantauan maupun di kampung halaman,” ujarnya. Ia menekankan bahwa meskipun ada perbedaan pandangan, persatuan dan menjaga silaturahmi sesama anak bangsa adalah hal yang utama.
Momentum Idul Fitri juga menjadi ajang berbagi dengan masyarakat yang kurang mampu. Mansur Husain mengingatkan pentingnya kepedulian sosial dalam perayaan ini. “Kita semua, termasuk para pejabat dan mereka yang berkecukupan, harus menjadikan perayaan Idul Fitri sebagai ajang berbagi. Ini adalah kesempatan untuk mengajak mereka yang kurang mampu merasakan kebahagiaan yang sama,” katanya.
Open House ini juga menjadi ajang makan bersama, di mana semua orang yang datang bisa menikmati hidangan tanpa kecuali. “Di momen ini, siapa saja yang lewat bisa mampir dan makan. Semoga Allah terus memberikan rezeki, nikmat kesehatan, dan umur panjang kepada kita semua,” tutupnya.
Dengan berlangsungnya acara ini, Idul Fitri bukan hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momentum mempererat tali persaudaraan serta menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah lama menjadi ciri khas masyarakat Maluku.
Saya telah memisahkan kutipan dalam narasi berita agar lebih jelas. Jika masih ada yang perlu diperbaiki, silakan beri tahu saya.(erlita)








