KS, JAKARTA – Sebagai warga yang tinggal di kawasan kampung Tongkol ini, kami merasa dizolimi karena tempat tinggal kami dihancurkan tanpa kejelasan. Tempat ini merupakan rumah kami, tempat anak-anak kami bersekolah dan kami bekerja untuk mencari nafkah. ucap Pak Gatot Sudarto sebagai tokoh Masyarakat dan Ibu Imas sebagai ketua Paguyuban.(19/01/2025)
Kami berharap mendapatkan keadilan atas kerusakan dan pembongkaran paksa yang dilakukan aparat.
Kami juga berharap mendapat transparansi terkait proses ini, karena sosialisasi yang seharusnya dilakukan tidak ada. Kami ingin mengetahui prosedur yang benar, sesuai dengan hukum yang berlaku.
Kami bahkan sudah mengadukan hal ini kepada pihak berwenang, namun tak ada tanggapan yang memadai. Kami merasa terintimidasi oleh aparat, bahkan mendapat tekanan dari TNI dan polisi, serta diperlakukan tidak adil. Banyak warga yang terpaksa menerima uang kompensasi yang diberikan tanpa penjelasan.
Kami sebagai warga yang sah, dengan KTP DKI Jakarta, sudah lama tinggal di sini dan merasa bahwa hak-hak kami telah dilanggar.
Proses penggusuran ini sangat tidak manusiawi, tanpa sosialisasi atau mediasi. Kami berharap ada perhatian lebih dari lembaga negara untuk melindungi hak-hak warga, terutama hak anak dan perempuan.
Kami hanya warga biasa, tidak memiliki kekuatan untuk melawan. Kami berharap ada solusi manusiawi seperti relokasi ke tempat yang lebih layak.
Namun, kami malah diberi pilihan untuk menerima uang Rp10 juta yang jelas bukan solusi yang baik. Kami ingin masalah ini diselesaikan dengan cara yang adil dan manusiawi, karena ini bukan hanya soal tempat tinggal, tapi juga kelangsungan hidup kami.”(erlita)








