KS, Sidoarjo – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, buka suara tentang tidak adanya susu dalam menu MBG. Muhaimin mengatakan bahwa pengadaan susu dalam program MBG akan dilakukan bertahap.
Hal ini disampaikan oleh pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut usai meninjau dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kebayunan, Tapos, Depok.
“Ya, memang ada yang sudah siap pakai susu, ada yang belum siap. Semua akan bertahap ya,” ujar Cak Imin.
Hari kedua pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa siswa sekolah menerima makan bergizi gratis tanpa jatah susu. Menu makanan yang diberikan hampir sama dengan hari pertama, dengan perbedaan buah semangka diganti jeruk. Namun, siswa terpaksa membawa bekal minum sendiri karena tidak disediakan air minum.
BACA JUGA : FSPP di Tangerang Siap Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Meskipun pelaksanaan hari kedua program makan bergizi gratis berjalan lancar, menu yang disajikan berbeda dibandingkan hari pertama.
SD Negeri Larangan Candi Sidoarjo, pada hari pertama siswa mendapat jatah susu kemasan dalam paket makanan. Namun, pada hari kedua ini, paket makanan tidak menyertakan jatah susu.
Untuk air minum, siswa harus membawa sendiri karena tidak ada air minum dalam paket makanan yang dikirim dari dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Susu kemarin ada, hari ini jeruk, tidak ada susu. Minum bawa sendiri ya,” ujar Diego, salah satu siswa, Selasa (07/01/2025).

Dapur SPPG Sidoarjo membagi dua tempat dapur dengan total mendistribusikan 6003 paket makan bergizi gratis untuk siswa-siswi mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA, ibu hamil (bumil), dan balita di Sidoarjo. Program ini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang siswa dan balita.
Dapur 1:
Menyediakan 3000 porsi yang ditujukan untuk 10 sekolah (2.687 pelajar), terdiri dari SD (8 sekolah, 2.238 pelajar), SMP (2 sekolah, 359 pelajar), bumil (50 orang), dan balita (263 orang).
BACA JUGA : Sambut Prabowo di NTT, Warga Kupang Optimistis dengan Program Makan Bergizi Gratis
Dapur 2 :
Mendistribusikan 3003 porsi, yang ditujukan untuk 8 sekolah (2.781 pelajar), TK (3 sekolah, 65 pelajar), SD (1 sekolah, 399 pelajar), SMP (1 sekolah, 1.047 pelajar), SMA (3 sekolah, 1.258 pelajar), ibu hamil (11 orang), balita (167 orang), dan ibu menyusui (44 orang).









