KS, JAKRARTA – Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute yang juga pengamat sosial Iskandarsyah di sela-sela acaranya di Bandung Jawa Barat, Selasa 12/11/2024.
Iskandar mengapresiasi kinerja Polri yang dengan cepat merespon keluhan publik atas maraknya judi online ini, termasuk para eksekutor yang justru ada didalam kementerian KOMDIGI (Komunikasi Digital), buat saya ini memalukan dan pastinya menjadi preseden buruk bagi publik,
Ini harus dibongkar seterang-terangnya kepada publik bangsa ini.
Mereka (Para Tersangka) saya yakini hanya para eksekutor, pasti ada konseptornya yang pastinya menjamin permainan ini sampai mengeruk puluhan milyar rupiah setiap bulannya.
Judi online menjadi salah satu penyebab berbagai kasus di negeri ini, tapi saya yakini ada yang diuntungkan atas ini semua tambah Iskandar.
Saya berharap Polri mampu menuntaskan ini sampai titik konseptornya, bukan hanya di wilayah eksekutor, namanya kacung kan apa kata bos nya lanjut Iskandar,Ini memang sudah di tahap memprihatinkan bangsa ini, hampir semua masyarakat dari kalangan menengah ke atas bahkan menengah kebawah menjadi pecandu mainan ini, Kominfo (Nama Dulu sebelum Komdigi), yang dianggap sebagai benteng penjaga, ternyata justru sebaliknya, dari situ lah semua situs judi online dibackup.
Kalau bicara dibackup maka ada keuntungan, kalau ada keuntungan pasti ada yang disetorkan, lalu siapa penerima setoran itu semua?, ya semoga polisi bisa membuka ini semua, sehingga publik akan tahu siapa biang keroknya atas semua perlindungan judi obline yang marah di negeri ini.
Jadi tak ada eksekutor tanpa konseptor,
Tak ada prajurit goblok, yang ada jendral tolol, itulah teorinya kata Iskandar menutup wawancaranya.








