KS, JAKARTA – 18 Oktober 2024,
Goldman Sachs memprediksi Ekonomi India tumbuh diatas 6 persen melampaui China dan Indonesia, faktor investasi dari luar negeri termasuk China menjadi kontributor penting.
Bahkan menurut Bloomberg, 16/2/2024, pertumbuhan jangka panjang India bisa lebih tinggi menuju 6,5 persen.
Permintaan dalam negeri yang sehat belanja pemerintah yang kuat inflasi terjaga relatif rendah membuat India terpilih sebagai tujuan investasi yang potensial sangat menguntungkan kedepan.
Bahkan Bank sentral India Januari 2024 meramalkan tingkat pertumbuhan ekonomi negaranya sekitar 7 persen.
Dunia bisnis dinilai sukses mengurangi hutang dengan sangat agresif dan hebatnya neraca keuangan mereka pun paling bersih selama kurun waktu 20 tahun sampai saat ini.
Menurut Econimic Review Negara India dan Vietnam merupan pesaing utama Indonesia dalam menarik investor.
Oleh sebab itu Indonesia harus berupaya keras untuk menciptakan iklim investasi semakin menarik dengan memanfaatkan undang- undang Omnibuslaw dengan kebijakan strategik cerdas berkesinambungan.
Beberapa faktor prioritas penting yang menjadi Pekerjaan Rumah kabinet Prabowo -Gibran:
Fokus pada penurunan: tingkat pengangguran, impor, angka kemiskinan, rasio gini,
suku bunga, inflasi dan hutang.
Fokus pada peningkatan: pertumbuhan ekonomi, inklusi dan literasi digital, keuangan, ekspor, produktivitas, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), stabilitas politik dan keamanan dan penegakan hukum ( keadilan).
Syahnan Phalipi,
# Ketua Umum Founder DPP HIPMIKINDO,
# Wakil Ketua Umum Founder DPN GERKOPIN.(erlita)








