KS, JAKARTA – Jumlah UMKM Indonesia saat ini 65 juta lebih data Kemenkop UKM tahun 2024, namun semakin banyak bilangannya semakin banyak pula masalahnya.
Beberapa poin yang jadi masalah utama mereka antara lain;
1. Akses keuangan, pembiayaan yang masih sulit, termasuk persyaratannya, 50 persen lebih pelaku UMKM kesulitan akses, menurut BI baru 25 persen UMKM indonesia yang memiliki akses keuangan.
2. Keterbatasan kemampuan mengadopsi teknologi digital termasuk edukasi dan literasi digital, mereka kesulitan masuk ekosistem digital.
3. Akses perizinan, sistem OSS memang tujuannya mempermudah namun help desk nya belum merata harus jemput bola,
4. Kurangnya kesadaran untuk senantiasa kreatif dan inovatif, padahal dalam bisnis sekala apapun wajib harus selalu banyak akal dan banyak cara serta alternatif menuju kesuksesan.
5. Masih banyak yang gagap teknologi (gaptek), butuh edukasi, literasi, praktik, advokasi , konsultasi, pendampingan berkelanjutan.
6. Manajemen keuangan, mayoritas UMKM belum mampu membuat Renstra, Manajemen Keuangan, juga Pembukuan, Neraca, GL, Cash flow Laporan pajak.
7. Belum mampu membuat Perencaan dan Pengembangan Bisnis berkelanjutan, padahal saat untuk mencapai keuntungan berkesinambungan, syaratnya mesti menjaga profitabilitas, tidak hanya untung jangka pendek.
8. Daya saing masih rendah, faktor pendampingan, odvokasi, konsultasi, pelatihan belum merata, belum efektif,
9. Kesulitan meningkatkan kapasitas, kualitas termasuk produktivitas, hal inilah yang menjadi fokus utama Kementerian UMKM kedepan agar jumlah unit yang sangat besar itu memberikan kontribusi besar pula terhadap perekonomian bangsa, sesungguhnya potensi ini harus dikelola dengan serius.
10. Kesadaran lingkungan dan iklim yang terus berubah,
Seperti ramah lingkungan ekonomi hijau,ekonomi sirkular dan sensitivitas terhadap berbagai faktor yang penuh ketidakpastian, perubahan seringkali terlalu cepat, ringkih pula, persaingan semakin ketat, begitu juga peraturannya.
Syahnan Phalipi,
#Ketua Umum Founder DPP HIPMIKINDO,
# Wakil Ketua Umum Founder GERKOPIN,
#CEO Fokus Lawyer International. (erlita)








