KS, JAKARTA – Setiap insan manusia tentu merasakan rasa cinta. Terkadang cinta yang dirasakan disambut dengan baik oleh yang dicinta tapi ada pula yang tidak atau bertepuk sebelah tangan.
Bicara perjalanan cinta setiap orang tentu memiliki cerita yang berbeda. Ada yang melalui jalan pacaran dan langsung menikah. Ada pula yang putus bercinta dan hanya menjaga jodohnya orang lain.
Berikut puisi ciptaan Heri Effendi yang dapat membuat “mewek”:
Diujung dermaga ku lihat senyuman bahagiamu
Langkah kaki enggan mendekatimu yang ada diatas kapal
Gejolak batin membelenggu jiwa
Seharusnya aku nahkodah kapal itu
Ku lihat banyak orang ditepi dermaga melambaikan tangan untukmu
Bersama Nahkodamu, kau ikut membalas lambayan tangan mereka
Sesekali terdengar lontaran doa dan pujian dirimu
Batin semakin membelenggu jiwa
Jangkar ku lihat mulai ditarik dari dermaga
Kapalmu pun mulai berjalan perlahan
Ditenangnya air lautan menyapa
Kebahagiaan masih jadi pancaran
Aku masih berdiri diujungnya dermaga
Saat kapalmu mulai berlayar
Disini ku tetap menunggunya
Walau aku harus terkapar








