KS, JAKARTA – Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) telah memutuskan hakim konstitusi Anwar Usman langgar etik berat dan dicopot dari jabatan Ketua MK. Hakim MK Anwar Usman merasa putusan Majelis Kehormatan MK yang mencopot dirinya dari jabatan ketua adalah fitnah yang sangat keji.
Hakim konstitusi Anwar Usman membuat pernyataan resmi menanggapi putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) dan mengklarifikasi beberapa isu terkait dirinya di Gedung MK, Jakarta, Rabu (8/11/2023).
Eks hakim karier di Mahkamah Agung (MA) itu berbicara selama kurang lebih 25 menit di hadapan awak media tanpa kesempatan tanya jawab.
Dari belasan poin yang Anwar sampaikan di hadapan awak media, tak ada pernyataan sikap bahwa dia akan mengundurkan diri sebagai hakim MK.
Anwar malah menempatkan dirinya sebagai korban atau objek politisasi dalam beberapa putusan MK. Anwar mengaku ada pihak yang ingin membunuh karakter dan citranya, salah satunya lewat pembentukan MKMK.
“Sesungguhnya, saya mengetahui dan telah mendapatkan kabar, upaya untuk melakukan politisasi dan menjadikan saya sebagai objek dalam berbagai Putusan MK dan Putusan MK terakhir,” kata Anwar.
“Meski saya sudah mendengar ada skenario yang berupaya untuk membunuh karakter saya, tetapi saya tetap berbaik sangka, berhusnuzan, karena memang sudah seharusnya begitulah cara dan karakter seorang muslim berpikir,” lanjutnya.
Anwar Usman Sentil Jimly hingga Mahfud soal Konflik Kepentingan di MK
Dia mengatakan sebaik-baiknya skenario yang ingin membuat karakternya runtuh, dia meyakini skenario Tuhan lebih baik.
Begitu pun, kata Anwar, dengan putusan MKMK yang mencopot dirinya dari jabatan sebagai Ketua MK.
Dirinya mengaku memasrahkan semuanya kepada Tuhan. Sebab, kata dia, jabatan adalah milik Tuhan.
“Sejak awal saya sudah mengatakan bahwa jabatan itu adalah milik Allah, sehingga pemberhentian saya sebagai Ketua MK, tidak sedikitpun membebani diri saya,” ujarnya.
“Saya yakin dan percaya, bahwa di balik semua ini, Insyaallah ada hikmah besar yang akan menjadi karunia bagi saya dan keluarga besar saya, sahabat, dan handai taulan, dan khusus bagi Mahkamah Konstitusi, nusa dan bangsa,” imbuhnya. (red/int)








