KS, JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Fahmy Alaydroes menanggapi
anggaran untuk Perpustakaan Nasional yang sangat minim, di tengah rendahnya indeks literasi (minat dan budaya membaca) masyarakat Indonesia.
Fahmy menegaskan pagu indikatif untuk tahun anggaran 2024 ‘hanya’ 721 Milyar saja. Padahal, targetnya meningkatnya budaya literasi masyarakat Indonesia menjadi tinggi. Kiwari, minat membaca masyarakat Indonesia sangat rendah.
“Hasil survei yang digagas oleh UNESCO membuktikan bahwa indeks minat baca di Indonesia hanya mencapai 0,001%. Artinya, hanya terdapat satu orang saja yang berminat literasi dalam 1000 orang,” tegas Fahmy.
Hal itu, imbuhnya, berarti di antara 250 juta jumlah masyarakat di Indonesia, hanya 250 ribu jiwa yang mempunyai minat literasi.
“Minat dan Budaya literasi sangat penting dalam upaya meningkatkan daya saing dan martabat bangsa. Pemerintah mestinya memberi anggaran yang cukup kepada Perpustakaan Nasional sebagai Pemangku Utama untuk tugas mulia ini,” ujarnya.
Fahmy menambahkan banyak program-program strategis Perpustakaan Nasional yang baik, tapi sayangnya belum dapat menjangkau ke seluruh wilayah dan daerah di tanah air, karena anggaran yang sangat minim.
“Diantara program-progam strategis Perpustakaan Nasional antara lain:
Pojok Baca Daerah, Alokasi dan distribusi buku-buku bermutu, Pengumpulan naskah-naskah kuno Nusantara yang sangat berharga dan bernilai sejarah dan budaya yang tinggi, Penyediaan tenaga-tenaga Pustakawan yang handal, dan juga memberdayakan dan meningkatkan mutu perpustakaan di sekolah, madrasah dan pesantren,” urai Fahmy.
Kalau saja, kata Fahmy, misalnya setiap tahun dialokasikan Rp 3-5 Triliun untuk Perpustakaan Nasional, tentu akan ada percepatan dan peningkatan yang signifikan bagi minat dan budaya literasi kita.
“Anggaran ini jauh lebih kecil dari anggaran kereta cepat Jakarta-Bandung (Rp 108 Triliun) yang tidak mendesak bahkan tidak banyak manfaatnya bagi rakyat,” pungkasnya.
“Kebijakan yang strategis dan manfaatnya sangat penting bagi upaya mencapai tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, memang hanya dapat dilakukan oleh Pemerintah yang cerdas dan berwawasan kebangsaan,” tutup Anggota DPR RI dari Dapil Jabar V ini. (Wid)








