Pemborosan Anggaran, Sosper DPRD DKI Harus Dihentikan

KS, JAKARTA – Sosialiasi Perda yang dilakukan DPRD DKI Jakarta jelang Pemilu 2024 menjadi sorotan sejumlah pihak.

Pasalnya kegiatan yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 70 juta per anggota dewan dengan kegiatan sebanyak 2 kali dalam seminggu, dituding dimanfaatkan untuk kampanye terselubung oleh anggota DPRD yang akan mencalonkan kembali pada pemilu mendatang.

Seperti dikatakan Fadli Rumakefing Ketua Umum Badko HMI Jabodetabeka dalam sebuah diskusi publik di Jakarta Pusat Jumat (5/5/2023).

Menurutnya, kegiatan sosper dengan cara mengumpulkan massa itulah yang biasanya digunakan untuk kampanye terselubung.

“Perdanya yang disosialisasikan tidak jelas, targetnya apa outnya apa juga tidak jelas, padahal kegiatan ini anggarannya cukup besar. Dikalikan jumlah anggota dewan ini bisa miliaran rupiah,”ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, semua aktifitas masyarakat saat ini sudah didominasi tekhnologi, harusnya kegiatan sosialisasi dapat mengoptimalkan media sosial, sehingga anggaran tidak cukup besar.

“Kalau pake metode konvensional cukup besar. Apa lagi ada temuan banyak fiktifnya, anggaran dikeluarkan tapi outputnya tidak jelas,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Lobo Ali dari Bidang Hukum Jakarta Indonesia Baru, menurutnya lembaga – lembaga pengawas seperti BPK, Bawaslu dan kepolisian harus turun tangan melakukan audit dan pengawasan.

“Kami menolak kegiatan sosper, dan kegiatan yang sudah dilakukan harus dilakukan audit yang jelas apa kegiatan tersebut tepat sasaran,”ujarnya.

Secara terpisah Bacaleg yang juga Ketua DPW Partai Perindo DKI Jakarta Effendy Syahputra menilai, jika ada anggota dewan yang melakukan sosper sambil berkampanye terselubung, hal itu sebagai tindakan pengecut. “Memanfaatkan uang negara untuk kepentingan kampanye terselubung dirinya itu pengecut, karena ini tidak fair,” tegasnya.

Kegiatan sosper dengan cara mengumpulkan massa, selain dapat dimanfaatkan sebagai ajang kampanye, ia menilai sebagai pemborosan uang negara. Di zaman sekarang kegiatan sosialisasi bisa dilakukan lewat media sosial atau media massa, atau juga bisa melalui perangkat daerah seperti kelurahan, RT, RW.

“Sebaiknya anggaran sebesar itu digunakan untuk kepentingan yang urgent bagi masyarakat, karenanta saya menolak. Kami saja membantu masyarakat, membangun paud, sarana olahraga, kemudahan permodalan, semuanya dari kocek pribadi,” jelasnya. (ris)

Related Posts

  • February 1, 2026
Presiden Prabowo Akan Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026

KS, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan membuka secara resmi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Forum ini…

  • February 1, 2026
Polri Terima Penghargaan Khusus di Puncak HUT ke-25 BPOM RI, Apresiasi Sinergi Pengawasan Obat dan Makanan

  KS, JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menerima penghargaan khusus dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) dalam rangka Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25…

Leave a Reply

Profil Senator

Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

  • July 17, 2025
Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

  • September 29, 2024
Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

  • June 23, 2024
Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

  • June 21, 2024
DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

  • May 12, 2023
Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk

  • October 9, 2022
Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk