Ideologi dalam Membangun Perdaban Bangsa
KS, JAKARTA – Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKAPMII) menggelar Buka Puasa Bersama dan diskusi dengan mengusung Tema “Ideologisasi Pancasila dalam membangun Peradaban Bangsa.” di Komplek rumah dinas DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (26/3/2023).
Ketua Umum PB IKAPMII Ahmad Muqowam menyatakan diskusi ini merupakan rangkaian kegiatan menyongsong pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan diselenggarakan di Pontianak Kalimantan Barat dan Jakarta pada bulan Mei 2023 mendatang.
“Giat ini sebagai penguatan khasanah ilmu pengetahuan. Karena ilmu pengetahuan merupakan pilar dalam membangun Peradaban.” kata Muqowam.

Secara keilmuan, kader pergerakan memiliki kompetensi dan kapabilitas yang mumpuni, berdaya saing dalam berbagai sektor. Dengan ribuan Doktor yang tersebar dari berbagai disiplin ilmu adalah aset yang luar biasa.
Hadir sebaga narasumber utama yakni Yudi Latif yang merupakan aktivis dan cedekiawan muda dan Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia) mengatakan jika Pancasila harus menjadi titik temu, titik tumpu dan titik tuju dalam membangun Peradaban.
Sementara itu, Muhamad Nur Purnamasidi Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar di Komisi X selaku tuan rumah menyampaikan bahwa diperlukan akselerasi dan transformasi dalam melakukan konsolidasi internal PMII. Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP) menjadi inspirasi sekaligus “ruh” yang membangkitkan spirit untuk diperluas dengan ragam profesi lainnya.
“IKA PMII menjadi jembatan penghubung yang saling menopang, saling menguatkan. Kanalisasi profesi dan diaspora kader pergerakan menjadi pekerjaan rumah secara bersama-sama,” tuturnya.
Diskusi singkat menjelang berbuka puasa ini dipandu oleh moderator Zainul Munasihin dan diikuti oleh ratusan kader pergerakan dari beragam profesi dan lintas generasi.
Hadir para tokoh pergerakan diantaranya Politisi Senayan A’am Khoirul Amri, Abdul Kadir Karding, Bendahara Umum PB IKAPMII Sudarto yang juga merupakan Sekjend Gemira. Ketua Umum ADP Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, PhD, Yunus Razak, dan mantan Sekjend PB PMII Ahmad Gojali Harahap. (red)








