KS, JAKARTA – Polri kembali menangkap 3 bandar judi Online di Thailand, stelah Apin Bak Kim alias Apin BK, ditangkap di Malaysia. Bandar besar 303 ini, ditangkap setelah lapaknya di Sumatera Utara digerebek. Ditangkapnya Apin, setelah beredar adanya sekema Konsorsium 303.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, telah menangkap tiga orang bandar judi online kelas kakap. Mereka ditangkap di Kamboja dan akan dibawa ke Indonesia pada Sabtu (15/10) pagi.
Penangkapan ketiga bandar judi ini merupakan tindak lanjut dari penangkapan Apin BK, bandar judi online terbesar di Sumatra Utara. Bandar judi ini ditangkap di Malaysia.
“Setibanya di Indonesia, mereka yang bertatus DPO, akan diperiksa tim penyidik,” ujar Sigit, di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat malam.
Sebelumnya, Kapolri mengumumkan jajarannya berhasil menangkap bos judi online kelompok Medan yakni Apin BK di Malaysia. Nama Apin BK tersebut sempat muncul di skema grafik Konsorsium 303 yang sempat ramai di sosial media.
“Alhamdulillah atas kerja sama dengan Kepolisian Diraja Malaysia, salah satu buron atas nama Apin BK yang sempat bersembunyi di Singapura dan kemudian bergeser ke Malaysia, hari ini atas kerja sama dan skema police to police, buron tersebut berhasil diserahkan kepada kita,” tutur Sigit saat itu.
Menurut Kapolri, proses penangkapan Apin BK di Malaysia berjalan dengan baik dan lancar. Apin BK pun berhasil dipulangkan dari Malaysia.
Apin BK sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumatra Utara terkait kasus judi online.
Apin BK diduga sebagai pemilik tempat dan praktik perjudian yang digerebek oleh aparat Polda Sumut pada Agustus 2022. Penyidik menduga dia memiliki markas judi online yang terletak di Komplek Cemara Asri, Deli Serdang, dan Medan.
Apin juga diduga kuat mengoperasikan situs judi online terbesar di Sumut yang bernama LEBAH4D, DEWAJUDI4D. (ris/int)








