KS, BANJARNEGARA – Operasi pencarian dan penyelamatan korban tanah longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, memasuki hari peringkat sekaligus hari terakhir, Selasa (25/11).
Tim SAR gabungan kini memusatkan pencarian 16 korban yang masih hilang di sektor C, yang disebut sebagai “lidah longsoran” dan diyakini menjadi lokasi terakhir keberadaan para korban.
Sebanyak 700 personel gabungan dikerahkan bersama 25 unit alat berat untuk menyisir material longsor yang mencapai ketebalan lebih dari 10 meter. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut kondisi medan menjadi tantangan utama.
“Tanah yang masih labil dan berlumpur, ditambah kandungan udara yang tinggi, terus menguji stamina dan ketekunan para personel di lapangan,” ujarnya.
Untuk mengurangi risiko longsor susulan, tim membuat sodetan guna mengalirkan udara yang tertahan material. Selain itu, operasi modifikasi cuaca (OMC) dilakukan untuk menghalau awan dan mencegah turunnya hujan agar pencarian berlangsung lebih aman.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara mencatat, hingga hari ke-9, tim SAR telah mengevakuasi 12 korban meninggal dunia, termasuk seorang anak berusia 7 tahun, serta menemukan tiga bagian tubuh (bodypart). Sebanyak 16 korban lainnya masih dalam pencarian.
Kepala Basarnas Semarang sekaligus Koordinator Misi SAR, Budiono, menegaskan pencarian khusus di sektor B dan C berdasarkan deteksi anjing pelacak K9 serta informasi keluarga korban.
“Kami kerahkan kekuatan penuh di dua sektor itu, termasuk 24 alat berat. Harapan kami hari ini ada perkembangan yang signifikan,” katanya.
Hingga kini, total 195 rumah terdampak longsor, dengan 48 di antaranya rusak berat hingga rata dengan tanah. Sebanyak 1.019 jiwa dari 335 kepala keluarga masih bertahan di lima titik pengungsian.
Operasi SAR Banjarnegara ini menjadi babak akhir pencarian setelah sebelumnya diperpanjang tiga hari dari batas standar tujuh hari sesuai SOP.
“Semua langkah ini menjadi bagian penting dari babak akhir operasi SAR hari ini,” tegas Abdul Muhari. (A2n)








