KS, JAKARTA – Aksi pemalak yang meresahkan sopir truk di kawasan Jalan Stasiun Angke, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat digulung satuan Reskrim Polsek Tambora. “Dua orang kita tangkap setelah ada laporan dari sopir yang di peras dua pelaku,” kata Kapolsek Tambora, Kompol Putra Pratama saat Jumat (4/11/2022).
Aksi pemerasan keduanya terjadi ketika sopir truk berinisial SU (34), baru saja datang dari Bekasi menuju Pasar buah Angke. Usai menurunkan barang, datang dua pelaku berinisial DH menahan korban dengan mengancam meminta uang.
Korban saat itu, hanya memberikan uang sebesar Rp 5 ribu. Lantaran dinilai terlalu kecil, DH pun menolak dan meminta uang lebih banyak secara paksa. “Karena takut korban kemudian memberikan uang sebesar Rp 25.000,” jelas Putra.
Namun setelah memberikan uang yang diminta paksa, saat truk berjalan kembali diberhentikan oleh pelaku ke dua berinisial SG (22). Hal yang sama pun, dilakukan meminta uang parkir kepada korban. Korban pun kembali memberikan uang senilai Rp5 ribu. Namun SG juga menolak karena dinilai terlalu kecil. Dengan sedikit intimidasi, pelaku kembali meminta uang dengan jumlah lebih besar.
Akhirnya, korban yang diancam, memberikan uang sebesar Rp10 ribu, ke pelaku. Akhirnya, korban melaporkan keduanya pemalak tersebut, ke Polsek Tambora.
“Kita tangkap dua orang tersebut sekitar pukul 01.45 di kawasan Tambora,” ujar Kapolsek Tambora tersebut.
Berbekal laporan dan ciri- ciri pelaku yang dilaporkan korban, Satreskrim Polsek Tambora akhirnya menangkap keduanya dan mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp95 ribu dari kedua pelaku. Pengakuan pelaku, sudah menjalankan aksi tersebut selama satu tahun. “Alasannya untuk kebutuhan beli beras,” terang Putra.
Kapolsek Tambora pun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak ragu melapor jika mengalami peristiwa serupa atau tindak kriminal lain. “Kami menghimbau teman-teman supir kendaraan yang mengalami kejadian serupa di wilayah hukum Tambora, tidak perlu datang ke Polsek, bisa hubungi atau Whatsapp ke nomor hp Kapolsek 081717178687,” ujar perwira menengah melati satu tersebut. (ris/int)








