Skip to content
-
Logo_KS Kabar Senator

Media Aspirasi dan Inspirasi

Logo_KS Kabar Senator

Media Aspirasi dan Inspirasi

  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Privacy & Policy
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Privacy & Policy
Close

Search

Menko AHY: Kenaikan Muka Air Laut Bukan Sekadar Persoalan Infrastruktur, Melainkan Kemanusiaan dan Peradaban

By Bang Ojoy
July 13, 2026

KS, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan ancaman kenaikan muka air laut (sea level rise) tidak dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan teknis infrastruktur. Ancaman tersebut juga menyangkut keselamatan manusia, keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir, hingga masa depan peradaban Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan Menko AHY saat memberikan pidato kunci dalam Dialog Kebijakan Nasional bertajuk Kenaikan Muka Air Laut: Memahami Dampak Sosial Ekonomi untuk Perencanaan Pembangunan yang Adaptif di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (13/7/2026).

“Kenaikan muka air laut bukan hanya persoalan teknis infrastruktur. Ini harus kita sikapi sebagai persoalan kemanusiaan, bahkan persoalan peradaban. Yang kita lindungi bukan hanya garis pantai, melainkan masa depan masyarakat pesisir dan generasi yang akan datang,” ujar Menko AHY.

Menurut Menko AHY, pembangunan infrastruktur bukanlah tujuan akhir, melainkan instrumen (enabler) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari ketahanan, keberlanjutan, serta manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Pertanyaannya ke depan bukan hanya seberapa banyak infrastruktur yang telah kita bangun, melainkan seberapa berkelanjutan infrastruktur tersebut dapat bertahan dan digunakan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik secara ekonomi, sosial, maupun dalam aspek kehidupan lainnya,” tuturnya.

Menko AHY menjelaskan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap kenaikan muka air laut. Dengan lebih dari 17.000 pulau, garis pantai sepanjang sekitar 108.000 kilometer, serta 37 dari 38 provinsi yang memiliki wilayah pesisir, dampak kenaikan muka air laut berpotensi mengganggu permukiman, infrastruktur dasar, kawasan industri, sentra pangan, layanan publik, ekosistem pesisir, pulau-pulau kecil, hingga kedaulatan negara.

Ia menambahkan, tantangan tersebut semakin kompleks karena Indonesia menghadapi dua ancaman sekaligus, yakni kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim dan penurunan muka tanah (land subsidence). Di sejumlah kawasan pesisir, termasuk Jakarta, Semarang, Kendal, dan Demak, penurunan muka tanah dipicu antara lain oleh pengambilan air tanah secara berlebihan serta meningkatnya beban pembangunan perkotaan.

“Ketika muka air laut terus naik dan pada saat yang sama permukaan tanah terus menurun, ancamannya menjadi berlipat. Infrastruktur dapat rusak, jalan dan jalur logistik dapat terendam, sekolah serta fasilitas kesehatan bisa terganggu, dan sumber air bersih dapat terkontaminasi,” tutup Menko AHY.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pemerintah telah menempatkan isu kenaikan muka air laut sebagai bagian penting dalam perencanaan pembangunan nasional yang adaptif dan berbasis bukti.
“Hari ini, kita tidak hanya bicara tentang ancaman, kita bicara hal yang konkret yaitu kenaikan muka air laut yang sekarang sudah menjadi realitas yang telah mengubah wajah wilayah pesisir kita secara fundamental. Risiko kenaikan muka air laut perlu diperhitungkan sejak awal. Menghadapi kenyataan ini, pemerintah tidak hanya tinggal diam. Kita telah menyusun strategi pencegahan dan mitigasi. Melalui pengendalian air tanah, pembangunan Giant Sea Wall, komitmen Net Zero Emission, dan diperkuat dengan perencanaan berbasis bukti menjadi bagian dari satu visi besar yaitu melindungi rakyat dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Menteri Rachmat Pambudy.

Turut mendampingi Menko AHY, Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal; Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga Agust Jovan Latuconsina; Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya; Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Herzaky Mahendra Putra; dan Staf Khusus Menteri PU Ahmad Khoirul Umam. (***)

Tags:

#Menko AHY #Kenaikan Muka Air Laut Bukan Sekadar Persoalan InfrastrukturMelainkan Kemanusiaan dan Peradaban
Author

Bang Ojoy

Follow Me
Other Articles
Previous

Kapolri dan Jaksa Agung Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum, Pastikan Soliditas Institusi

Next

Tangis Histeris Berubah Haru, Polsek Kebon Jeruk Temukan Mobil Korban Tak Lama Setelah Dilaporkan Hilang

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Profil Senator

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

September 29, 2024

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

June 23, 2024

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

June 21, 2024

Ekonomi

PLN Sukses Kawal Jakarta Fair 2026, Menarik 6,1 juta Pengunjung

July 14, 2026

Perkuat Sinergi dengan Media, PLN UIP JBB Sampaikan Progres Pembangunan SUTET 500 kV Priok–Muara Tawar

July 13, 2026

Ancol Hadirkan Program Gratis Masuk untuk Masyarakat pada 10 Juli 2026, Sambuh HUT PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk

July 7, 2026

Agenda

Gelar Wakaf & Zakat Run 2024: BWI, Kemenag dan BAZNAS Ajak Masyarakat Berolahraga Sambil Beramal

November 24, 2024

Unand Gelar Webinar, Hadirkan Inspirasi dari Alumni Para Duta Besar

October 7, 2024

Dedi Senang Bisa Berolaharaga Bersama Cawagub Jabar Ilham Akbar Habibie

October 6, 2024
Logo_KS

Copyright @ 2026 — kabarsenator.com
PT. Dwikarsa Media Nusantara