April 20, 2024

Kabar Senator

Media Aspirasi dan Inspirasi Daerah

Home » Wapres Harap Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri Beri Gagasan Berstandar Internasional

Wapres Harap Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri Beri Gagasan Berstandar Internasional

KS, OSAKA – Tahun 2023 merupakan tahun yang penting bagi Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPIJ). Di tahun ini, PPIJ memasuki usia 70 tahun dalam berdirinya organisasi, maupun dalam memberikan kontribusi kepada program-program yang dijalankan pemerintah baik melalui kantor perwakilan Indonesia di Jepang maupun saat para pelajar kembali ke tanah air.

Oleh karena itu, ke depan, diharapkan PPIJ dapat semakin memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan Indonesia melalui ide-ide cemerlang berstandar internasional yang di dapat selama menempuh studi di luar negeri.

“Ini perlu ada gagasan-gagasan, pikiran-pikiran yang cerdas saya kira. Nah, itu adanya pada anak-anak kita yang ada di luar negeri, yang sudah memperoleh standar-standar di Jepang, termasuk sebagai negara maju, dan mungkin dari negara lain,” tutur Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menghadiri acara Dialog Kebangsaan di Peacock Westroom, Hotel Imperial, Osaka, Jepang, Senin malam (6/3/2023).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, khususnya menjelang Indonesia Emas di tahun 2045. Gagasan cerdas sangat diperlukan agar di usia ke-100 tahun nanti, Indonesia telah memiliki ekosistem yang siap pakai untuk menuju Indonesia Maju dan sejahtera.

“2045 itu saya kira tidak lama lagi, jadi tinggal 20 tahun, 20 tahun itu pendek sekali itu, jadi perlu ada akselerasi, perlu percepatan. Jadi Indonesia Emas 2045, 100 tahun itu kita ingin sudah siap untuk take off [lepas landas] semuanya [ekosistem pembangunan] itu,” tegas Wapres.

Wapres pun memaparkan, berbagai ekosistem pembangunan yang sedang dibangun oleh negara saat ini meliputi berbagai bidang. Mulai dari bidang energi, ilmu pengetahuan dan teknologi, kelautan, dan ekonomi. Untuk itu, Wapres berharap, agar para pelajar Indonesia yang berkesempatan menempuh pendidikan di luar negeri dapat kembali ke tanah air untuk mengamalkan ilmu yang di dapat dalam membangun Indonesia.

“Tentu pemerintah itu mengharap kalau sudah selesai [studinya], pulang ke Indonesia untuk mengabdi,” imbau Wapres.

“Andaikata pun tidak pulang, tidak masalah, tapi kontribusinya, pemikiran-pemikirannya bisa diberikan,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi, melaporkan bahwa saat ini ada sekitar 6.000 mahasiswa Indonesia sedang menempuh pendidikan di berbagai bidang di beragam universitas di Jepang. Di sisi lain, ada juga para peneliti yang tergabung dalam Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional yang memiliki jaringan di seluruh dunia dan beberapa anggotanya berada di beberapa kota di Jepang.

“Di Jepang ini ada sekitar 6.000 mahasiswa Indonesia dari berbagai bidang, tetapi memang mayoritas, sebagian besarnya ada di science, teknologi, engineering, dan manajemen, utamanya di bidang itu,” lapor Heri.

“Sesungguhnya diaspora ini juga merupakan suatu potensi dalam pembangunan Indonesia, seperti itu Bapak,” tandasnya. (ris/int)

ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussianSpanish