October 7, 2022

Kabar Senator

Media Aspirasi dan Inspirasi Daerah

Home » Pura Agung Datu Magintir diresmikan Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Pura Agung Datu Magintir diresmikan Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Tengah

KS, JAKARTA – Pada Hari Sabtu tanggal 10 September 2022 bertepatan dengan Bulan Purnama sebagai simbol hari yang disucikan oleh umat Hindu. Pura Agung Datu Magintir resmi diresmikan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh H. Idi Amin, S.Ag selaku Pejabat di Kementerian Agama Hulu Sungai Tengah. Menariknya peresmian tersebut bertepatan dengan Piodalan Pura Parahyangan Agung Jagatkarta (Gunung Salak, Bogor).

Pura Agung Datu Magintir merupakan Pura Pertama Umat Hindu di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang terletak di Kampung Dayak Desa Labuhan, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan di bangun sejak tahun 2018 dengan Swadaya Umat Hindu Labuhan dan bantuan Donasi Umat Hindu Nusantara bahkan ada yang di luar negeri.

Dalam peresmian tampak dihadiri oleh Dr. Drs. I Gede Rudia Adi Putra, M.Ag (Mantan Pembimas Hindu Kalsel), Ketua PHDI Prov. Kalsel I Ketut Artika, Ketua PHDI Kab. HST Irpani, Ketua Majelis Resort GKE Kab. HST Pendeta Rusman Nusa Bakti, S.Th, Ketua Jemaat Pantekosta Kab. HST Pendeta Octavianus Anton Noellik, S.Th, Kapolsek BAS Ipda Wahyudi, Babinsa Desa Labuhan Serda Wahyu Arif.

Peresmian tersebut diramaikan dengan penampilan Tarian Gintur Kreasi dan Tarian Capung di bawah binaan Sanggar Seni Dayak Meratus. Setelah itu di lanjutkan dengan Sambutan dari Ketua Panitia Mahanyari/Melaspas Abimanyu, S.H.H, Sambutan Ketua PHDI Kab. HST Irpani, Sambutan Perwakilan Kementerian Agama HST H. Idi Amin S.Ag sekaligus meresmikan Pura Agung Datu Magintir, setelah acara acara peresmian selesai di lanjutkan dengan proses Upacara Yadnya Mahanyari/Melaspas, Persembahyangan Bersama yang dipimpin Ida Rsi Whismamitra Pawitra Putra, Sambutan Ketua PHDI Prov. Kalsel I Ketut Artika dan Dharma Wacana oleh Dr. Drs. I Gede Rudia Adi Putra, M.Ag.

Yang sangat menarik di Upacara Yadnya Melaspas/Mahanyari tersebut adalah ada kolaborasi antara Tradisi Dayak Labuhan dengan Tradisi Hindu Dharma. Adapun prosesi Upacara dipimpin oleh Tokoh Sulinggih Bali Ida Pedande Istri Nabe Sebali Tianyar Arimbawa, Ida Pedanda Gede Dwija Putra Lombok, Ida Rsi Whismamitra Pawitra Putra Banjarmasin dan Para Sandaran Balian Dayak Labuhan.

Dalam kesempatan ini Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Kalsel Drs. Marcedes, M.M tidak bisa hadir ke acara padahal umat Hindu Kabupaten HST sangat mengharapkan kunjungan beliau ke Desa Labuhan.

Sewaktu peresmian kemaren Umat Hindu Kabupaten HST sangat berharap kehadiran Bapak Bupati HST H. Aulia Oktafiandi, S.T, M.AppCom untuk meresmikan Pura, undangan resmi pun sudah di kirim Panitia namun beliau tidak bisa berhadir menurut keterangan Protokol Bupati lagi ada agenda dinas di Banjarmasin.

Semoga kedepan bisa mendapatkan perhatian khusus atau berupa bantuan lainnya untuk pembangunan Tempat Ibadah Umat Hindu seperti yang dirasakan oleh umat beragama lainnya. Harapan tersebut muncul dikarenakan di Labuhan banyak yang beragama Hindu.

Selain itu harapan tokoh-tokoh Hindu, semoga kedepan khususnya Pemerintah Daerah dapat menempatkan keberadaan Guru Agama Hindu di sekolah-sekolah yang ada siswa Hindunya, permasalahan ini dianggap cukup serius, sehingga harapan dan tuntutan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pejabat yang berwenang. (Wid)

ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussianSpanish