January 28, 2023

Kabar Senator

Media Aspirasi dan Inspirasi Daerah

Home » Pilot Simpatisan OPM Ditangkap Seludupkan Senpi di Filipina

Pilot Simpatisan OPM Ditangkap Seludupkan Senpi di Filipina

KS, JAKARTA – Penyeludup senjata api (Senpi) ilegal ke Papua, seorang pilot Anton Gobay warga negara Indonesia (WNI) ditangkap di Filipina. Anton mengaku kalau dirinya, seorang simpatisan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Saat ini, Polri sudah berkoordinasi lewat atase kepolisian di KBRI Manila terkait penangkapan tersebut. Polisi juga menyampaikan penangkapan terjadi di lokasi yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan udara dari Manila.

Diketahui Anton ditangkap atas dugaan membeli senjata api ilegal dari seseorang yang menggunakan nama alias di wilayah Danao City, Provinsi Cebu, Filipina. Ada 10 pucuk senpi laras panjang dan 2 pucuk senpi laras pendek tanpa amunisi yang dipunyai Anton Gobay.

Senpi yang dibeli Anton senilai 50 ribu peso tanpa amunisi. Harga 50 ribu peso tersebut untuk pembelian satu pucuk senjata laras panjang M4.

Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti menyampaikan tim Polri sudah tiba di Manila, Filipina. Tim Polri bertemu dengan Kepolisian Nasional Filipina (Phillipines National Police) untuk kerjasama penanganan Anton yang saat ini di tahan di wilayah Provinsi Saringan.

Anton Gobay awalnya terbang ke Filipina melalui Bandara Soekarno-Hatta pada September 2022 lalu. Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan Anton terbang dengan tujuan Bandara Internasional Ninoy, Filipina, namun transit terlebih dahulu di Malaysia.

Setibanya di Filipina, lanjut Dedi, Anton Gobay langsung menuju Danao City melalui rute Leite pada Desember 2022 untuk membeli senpi.

“Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan mobil jenis van menuju Gensan dengan tujuan akhir Maitum, yang menjadi tempat wilayah pemberangkatan menuju Indonesia,” kata Dedi kepada wartawan, Jumat (13/1/2023).

Dedi mengatakan Anton sebelumnya sudah melakukan survei atas rute tersebut. Namun akhirnya Anton ditangkap kepolisian Filipina pada Sabtu (7/1).

“AG memilih jalur Davao City karena tidak dilengkapi dengan peralatan X-ray,” katanya.

Anton mengaku membawa senpi dari Danao City ke Gensan hanya seorang diri. Namun ketika tiba di Gensan, dia akan bertemu dengan tiga orang yang dikenal dari Facebook untuk mengantarkan dirinya ke Maitum.

“Anton Gobay mengaku dirinya sudah mengetahui sebelumnya bahwa orang-orang di Danao memiliki kemampuan memproduksi merakit dan memodifikasi senjata api, serta menjualnya jika telah disepakati harga yang ditawarkan sesuai dengan jenis senjatanya,” katanya.

Lebih lanjut, Dedi menyebut saat bertransaksi senjata api, Anton hanya melihat sampelnya dan kemudian melakukan pembayaran. Dirinya menerima senpi yang berada di dalam tas koper tanpa melakukan pengecekan kembali. (ris/int)

ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussianSpanish