June 26, 2024

Kabar Senator

Media Aspirasi dan Inspirasi Daerah

Home » Pelaku Pemalsu Pasarkan SIM-Ijazah Palsu di Medsos

Pelaku Pemalsu Pasarkan SIM-Ijazah Palsu di Medsos

KS, JAKARTA – Aksi dua pelaku berinisial TN (32) dan PRA (21), pelaku pemalsuan dokumen berupa SIM, KTP, ijazah, dan buku nikah yang beredar di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel), ditangkap Polsek Metro Setiabudi.

Para pelaku memasarkan jasanya melalui media sosial (medsos).
“Pada awalnya pelaku TN memasang iklan di akun Facebook. Kemudian apabila ada pemesan yang menghubungi kemudian dilakukan komunikasi dengan WA, WhatsApp,” kata Kapolsek Setiabudi Kompol Firman, Jakarta, Selasa (28/5/2024).

Polisi menangkap kedua pelaku ditangkap pada Jumat (17/5) sekitar pukul 22.30 WIB di Jalan Sawah Lunto Nomor 67 RT 002 RW 001, Kelurahan Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi, Jaksel. Pelaku mengaku telah melakukan perbuatannya sejak Agustus 2023.

Dokumen palsu yang menjadi barang bukti. (Rifka A/detikcom)
Pelaku meminta pemesan mengirimkan data identitas termasuk foto pemesan dan contoh tanda tangan untuk dibuatkan menjadi dokumen palsu. Selanjutnya, pemesan diminta mentransfer uang ke rekening milik TN.

Lalu pelaku akan memproses dokumen sesuai dengan pesanan dan dokumen-dokumen palsu tersebut dikirim pelaku melalui jasa pengiriman.

Dijelaskan Kompol Firman mengatakan pelaku memasang tarif pemalsuan mulai dari Rp 350 ribu hingga Rp 1 juta.

“Kemudian ada pun untuk membuat SIM C palsu biayanya sebesar Rp 350 ribu. Untuk SIM A palsu biayanya sebesar Rp 450 ribu. SIM B1 umum palsu sebesar Rp 650 ribu. Buku Nikah palsu biayanya sebesar Rp 1 juta. KTP palsu biayanya sebesar Rp 250 juta. Ijazah palsu sebesar Rp 600 ribu,” jelas Kompol Firman.

Para tersangka mengaku sudah menjalankan bisnis ilegal pemalsuan dokumen sejak Agustus 2023. Hingga sebelum ditangkap, diperkirakan pelaku sudah membuat dan menjual 500 unit dokumen palsu.

“Kalau untuk pencetakan, kurang lebih bisa 500-an ya. Sekitar 500 unit yang sudah terjual,” jelasnya.

Dari pemeriksaan kedua pelaku mengaku pernah menjadi calo SIM. Polisi mengatakan para pemesan juga dapat terjerat hukuman pidana atas pemalsuan dokumen ini. (red/int)

ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussianSpanish